Setelah Satu Bulan

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di postingan ini dan ini,  kalau saya sudah satu bulan lebih pindah kerja di kantor baru. Perusahaan baru lebih tepatnya.

Nah ibarat kata masih anak baru, jadi ada beberapa hal, dimana saya perlu beradaptasi. Yang gak gimana-gimana juga sih adaptasinya.

Masih seputaran rute berangkat dan pulang kantor. Kurang lebih masih sama dengan kantor saya sebelumnya, karena memang masih satu jalur. Hanya saja transportasi disini agak susah, karena kalaupun saya mesti naik bus TJ, perlu jalan kaki dulu ya sekitar 300-500 meter-an. Itung-itung olah raga juga tentunya,. Cuma ya bok, gak tahan banget sama keganasan penumpang, apalagi kalau mesti berhadapan dengan kaum emak. Duuh, emang bener ya, kalau emak-emak tuh jangan dilawan, ganas men. (wait, lah dirimu kan emak-emak juga, haha). Atas dasar pengalaman itu, jadi saya prefer pilih ojek online sebagai kendaraan pulang, kalau berangkat pagi masih aman lah, karena papanya Alom bisa nge-drop saya dulu sampe di depan kantor. Lumayan lah yaa. Tapi disini enaknya, jam kerja bisa flexible. Bukan berarti bisa seenaknya masuk jam berapa juga ya. Ada ketentuan perusahaan, dimana kita bisa pilih mau 8 jam kerja per hari atau 9 jam kerja per hari. Yang penting, jumlahnya harus tetap 40 jam kerja selama 1 minggu. Nah saya pilih sistem 9 jam kerja per hari, jadi di hari Jumat , saya bisa pulang tengah hari. Yeaayy ! Senaaaangg…

Nah itu soal transportasi dan jam kerja. Yang kedua yang paling penting menurut saya adalah lingkungan dan rekan kerja.

Selama lebih sebulan disini, saya bertemu banyak orang baru (ya iya lah jelas aja). Sebagian sudah ada yang saya kenal nama sebagian lagi masih belum. Ada beberapa karakter baru disini. Ada yang tipe yang susah senyum (bok, padahal kalau papasan sering banget saya senyumin, tapi mukanya datar aja gitu), nih semacam PR buat saya, dia emang begitu atau sama orang baru aja (hahaha, whatever lah ya) Ah pokoknya gak etis kalau saya ceritain disini.  Oiya kebanyakan juga disini orangnya sudah ibu-ibu dan bapak-bapak. Gila boo, masa kerja udah diatas 15 tahun. Ada beberapa orang yang sudah senior banget disini. Jadi ya gitu, kalau di knator lama, kebanyakan saya berteman dengan yang masih seumuran, tapi disini banyakan yang udah lebih senior. Jadi ya gitu deh, disamping masih baru, juga mesti atur-atur omongan juga kan kalo sama yang lebih tua. Pak Suami sih bilang bagus, jadi nanti suatu saat kalau seumpama saya mau ajuin cuti yang berkaitan dengan family matter, gak ada yang nyiyiirin karena  kerjaan gak beres, karena sudah lebih pengalaman dengan keluarga masing-masing. Iya juga sih. Ada benernya juga ya.

Kalau soal kerjaan ya kurang lebih masih mirip dengan yang sebelumnya, hanya perlu adaptasi sedikit karena masing-masing perusahaan kan punya SOP yang berbeda, bukan begitu bukan. Yang paling mencolok, kalau di kantor sebelumnya, saya gak berhubungan sama sekali dengan kerta-kertas invoice. Nah kalau disini, heeeem, jangan ditanya, invoice nya seabrek-abrek di depan mata saya. Saya setiap hari masih pegang yang namanya fisik invoice.Yang sebelumnya gak pernah pegang sama sekali. Dan itu yang bikin saya shock banget, karena pekerja sebelumnya (saya menggantikan dia), mejanyaaa, ampuuunn ampuuun deh, berantakan banget. Aselik, berantakan banget. Segala kertas invoice yang berantakan banget di atas meja. Di kolong meja, perlengkapannya juga banyak banget yang belum dibawa pulang dan itu berceceran (segala macam sendal, sepatu, tas). Belum lagi di dalam laci, duuuuhh biyung. Sumpah saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Berantakan, gak teratur dan terkesan jorok. PR saya banget ini sih, buat rapihin area meja kerja. OK, katakanlah, kalau kertas tumpukan invoice itu gak bisa dihindari, mau gak mau, itu akan tetap ada di atas meja, tapi at least, tertata rapi. Gak acakadul. Saya juga gak strict banget juga sih kalau dalam hal kebersihan atau kerapihan, tapi minimal, enak dilihat lah ya, secara kantor itu kan ibarat jadi second home jugak.

Berawal dari rapihin kertas-kertas invoice. Ditata serapi mungkin, walaupun hasilnya tetap gunungan tapi rapi lah, enak ngeliatnya. Kalau sekarang sih udah berkurang karena akhir bulan lalu, saya dan tim gotong royong masukin semua berkas dokumen ke gudang. Trus bersihin dan merapikan isi laci. Ini masih belum maksimal, karena barang-barang peninggalan orang sebelum saya masih banyak banget belum dibawa pulang, jadinya yang baru bisa saya pakai, baru laci deretan paling atas aja. Goal nya sih mau jadiin cubicle ini enak dilihat, gak muluk-muluk, mau bikin kece sedikit aja, mau saya tambahin tanaman kecil, tapi belum sempat hunting. *Sampe tulisan ini diposting, tanaman juga belum nemu, hehehe* Paling gak, kalau meja kerja rapih, semangat juga bagus kan ya untuk bekerja.

Doanya : “semoga saya bisa lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru disini. Amin.”

Ciayoo.. !!

cheers,

-el-

Advertisements

12 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s