Like a Roller Coaster!

Finally, I’m back after almost 3 months hiatus from blog.

Rasanya udah lama banget gak update cerita di blog ini. Semua berjalan terasa cepat, sejak jari kaki saya divonis patah, maka semua masalah ada saja yang terjadi. Sebulan terkahir saja, anak saya sudah di rawat 2 kali. Ngenes banget kan ya. Belum lagi ditambah urusan kantor yang disibukkan dengan training dan go-live system baru. Nyita perhatian banget. Ada lagi drama si mbak yang biasa momong pulang kampung, tapi tanpa kasih kejelasan, pulang kampungnya kapan balik ke Jakarta nya lagi kapan. Alhasil, rencana cuti saya pas lebaran kemarin pun berantakan.

Rasanya benar-benar seperti naik Jet Coaster. Semua gedebag-gedebuk.

Dimulai dengan Alom masuk RS. Sempat dirawat selama 4 hari, karena panas tinggi, akhirnya kami cek darah ternyata ada indikasi Thypoid. KAgetsekaligus sedih, Koq bisa anak sekecil itu terindikasi Thypoid. Bagaimana gak panik, hampir setiap malam, suhu badannya tinggi, mendekati 40*C. Kita bwalah ke Dokter Sp. Anak dan Dokter pun menganjurkan supaya di rawat inap.

Sedih tapi saya berpikir itu pasti jalan terbaik, karena di rumah kami, tidak ada yang paham soal medis, jadi memang lebih baik dirawat intensif di Rumah Sakit. Puji Tuhan, suhunya berangsur-angsur kembali normal.

Drama ke-dua dimulai saat si mbak Lik (pengasuh Alom), yang biasa momong, minta pulang kampung. Ini juga sempat bikin senewen. Gimana nggak senewan, dia bilang mau mudik tanggal berapa juga pas mepet-mepet hari H, dan tiket pulang ke Jakarta nya pun masih belum ada. Sempat saya tawarkan, balik Jakarta saat malam lebaran hari ke-2. Tapi gak mau. Rupanya, usut punya usut, si mbak memang punya rencana mudik selama sebulan. WHAT? PAnik banget dong. Bukannya kenapa-napa ya, tapi gimana nasib cuti saya di kantor. Gak mungkin dong saya juga ambil cuti sebulan. Ngeselin banget memang saat itu. Sampai saya bilang, even buruh di pabrik pun, kalau mau cuti panjang mesti diajukan sejak jauh-jauh hari. Huuufftt.. Cukup menguras emosi dan otak  saat itu.

Akhirnya seminggu pertama, saya pun ijin cuti dari kantor. Seminggu kedua, adik saya memang cuti bersama saat Idul Fitri, jadi saya minta tolong untuk jaga Alom selama seminggu. Masuk minggu ketiga, gak ada pilihan lain, Alom kami titip di rumah oma nya di Bekasi. PErjuangan banget memang, sementara, saya dan suami harus berangkat dan pulang kerja dari Bekasi. Makan waktu banyak, karena jarak yang lebih jauh dibanding berangkat dan pulang kantor dari rumah. Tapi gapapa, semua demi Alom. Sempat terjadi rembukan alot, kalau sampai dengan minggu ke empat Alom belum dapat pengasuh, kamipun harus mengambil keputusan dimana pada akhirnya saya pun harus resign dari kantor. Keputusan berat memang, tapi itu semua demi Alom.

Drama selanjutnya dimulai sejak Alom dititip di rumah omanya. Berubah sangat drastis. Alom mendadak gak mau minum susu dan gak mau makan. Badannya menjadi sangat kurus. Sedih banget lihat keadaannya saat itu.  Mungkin dia berpikir, kalau dia akan ditinggal selamanya di rumah oma nya. Sebagai info tambahan, Alom itu kurang dekat dengan omanya. Sejak lahir sampai sebesar ini, dia selalu menangis jika di gendong oma atau opa nya. Setelah 2 hari dititip di rumah oma, Alom diare. Hati tambah sedih. Akhirnya di hari ke empat, saya dan pak suami membawa Alom pulang, untuk diperiksa ke dokter. Diare sempat berhenti tapi koq nafsu makan dan minum susunya gak membaik. Badannya menjadi sangat kurus dan lemas. Oh Tuhan, apa lagi ini? Akhirnya, kami pun membawa Alom ke Rumah Sakit untukk minta perawatan intensif. Setidaknya di Rumah Sakit Alom bisa diinfus, sehingga dia gak terlalu lama kekurangan cairan. Benar saja. Dokter di Rumah Sakit pun menyatakan kalau Alom menderita dehidrasi. Duhhhh, sebagai orang tua, gimana hati gak hancur mendengar anaknya harus dirawat lagi. Tapi memang itu jalan dan keputusan terbaik. Alom pun segera di infus dan harus di rawat selama 4 hari.

Puji Tuhan, saat ini keadaan Alom sudah jauh lebih baik. Alom diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit hari Jumat kemarin dan sampai saat ini nafsu makannya semakin bagus. Semoga seterusnya nafsu makan Alom bagus. Amin.

Drama pun belum selesai. Saat Alom dinyatakan sehat, kami masih menunggu kabar baik, siapa yang bisa membantu kami mengasuh Alom saat kami bekerja nanti. Akhirnya untuk sementara kabar baik itu datang. Minggu pagi, pengasuh Alom datang. Semoga pengasuh Alom yang baru, bisa langsung beradaptasi yang baik dengan Alom dan Alom pun sehat dan happy selalu.

Saat menulis postingan ini pun, masih berasa banget gimana drama-drama yang terjadi selama 1 bulan belakangan ini. Up and Down. Perasaan pun campur aduk. Sedih, senang, marah, gundah, gulana. Ah,  semoga semua makin membaik di hari depannya.

 

Advertisements

10 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s