Si Kaki Kiri

Sudah hampir dua minggu ini, saya absen dari hiruk pikuknya kerjaan di kantor. Selama itu pula, saya mesti terkungkung di dalam rumah, tanpa bisa pergi kemana-mana. Ada kejadian kecil di Sabtu minggu sebelumnya dimana saya mengalami kecelakaan di depan rumah sendiri. Bukan kecelakaan akibat kenakalan remaja dimana kebanyakan mereka yang ugal-ugalan saat mengendarai motor. Bukan ya. Bukan karena itu. Lagipula saya toh bukan remaja lagi bukan? Kecelakaan yang dimaksut disini, saya jatuh terpeleset di teras depan rumah, tepat setelah hujan.

Singkat cerita saja, saat itu, saya bermaksut untuk memindahkan sepatu yang sudah kebasahan terkena hujan di halaman depan rumah. Tapi tanpa disadari, saya bisa terjatuh, terpeleset, dan entah bagaimana proses jatuhnya tapi yang saya rasakan itu sakit luar biasa di bagian kaki sebelah kiri. Saya mesti tertatih-tatih kesusahan untuk masuk ke dalam rumah. Untungnyaaa, *masih ada untung?*, saat kejadian itu saya sedang tidak menggendong si Alom. Gak kebayang dan gak berani juga ngebayanginnya. Saat itu juga pak Suami sedang tidak ada di rumah karena harus ke bengkel untuk reparasi mobil kami. Sambil berharap dan berdoa, semoga pak Suami cepat sampai rumah, tentu saja. Gak lama, pak Suami pun sampai di rumah. Berbekal dengan sedikit pengetahuan soal pertolongan pertama setelah jatuh seperti ini, dia pijit-pijit kecil dan membalut kaki kiri dengan elastic verband.

Bengkak. Tiga hari gak bisa jalan. Sama sekali. Banyak yang kasih saran, termasuk bapak saya pun, supaya pergi di urut ke ahlinya. Tapi saya gak berani cyiiin. Kebayang sakitnya gimana. Akhirnya di hari ke-5, kaki pun gak ada perkembangan menuju ke sehat. Sudah bisa berjalan, walaupun jungkat jungkit, tapi bengkaknya belum juga berkurang. Pak Suami pun berinisiatif mengajak periksa ke dokter. Dokter menyarankan untuk dilakukan rontgen di bagian kaki kiri. Ternyata, hasil dari rontgen tersebut, terdapat retak di 3 jari kaki kiri. Maaakkk, apa pula ini. Koq bisa ya, emang jatuhnya kayak gimana sih? Ih, saya juga gak tau, yang saya ingat pas kejadian jatuh itu, saya sudah dalam posisi duduk.

Setelah tau hasil rontgen, saya berdiskusi dengan adik ipar yang juga seorang dokter. Sayangnya lokasi kami berjauhan, jadi komunikasi hanya sebatas konsultasi via chat di media WA. Akhirnya sampai ke pembahasan, apakah ada kemungkinan tulang kaki saya yang rapuh, jadi begitu ada tekanan yang besar seperti sekarang, menyebabkan tulang-tulang menjadi retak? Begitu saya bertanya. Si adik bilang, bisa jadi. Makin panik dong ya saya. Ngeri banget kan kalau di umur segini tapi tulang-tulang sudah mulai keropos. Ngeri. Maunya nanti disaat sudah berumur 50 tahunan, kondisi masih sehat, tanpa ada keluhan keropos tulang. Bagian ini yang lebih menakutkan dibandingkan tiga ruas jari kaki kiri yang mengalami keretakan. Tiga sampai dengan enam bulan proses penyembuhan si tulang retak, menurut dokter spesialis orthopedi yang saya temui. Oke, setelah itu, si tiga jari kaki bisa pulih seperti sedia kala. Tapi, apa kabar dengan tulang keropos? Koq saya punya ketakutan yang lebih besar ya. Masalahnya ini kan soal masa depan. Si adik ipar pun menyarankan supaya saya cek kepadatan tulang.

Masih ada positifnya. Dengan adanya kejadian tadi, saya bisa lebih aware dengan kondisi kepadatan tulang. Bisa tau lebih dini itu lebih baik. Selain bisa mengetahui, saya pun bisa lebih mengantisipasi menghadapi gejala si tulang keropos. Wah, semoga saja gak ada kondisi tulang keropos ya. Ngeri ya boo, umur masih 30-an loh ini, tapi koq kebayang penyakit orang-orang tua. Gak kepengen dong kayak iklan sebuah susu khusus untuk tulang, dimana seorang oma yang sudah susah berjalan sementara si oma berpapasan dengan oma yang kelihatan seumuran sedang asyik bermain dengan cucu-cucunya. Jauh ya bayangannya.

Aah, semoga kita tetap selalu sehat-sehat ya. Berpikir positif itu penting. Pola makan dan pola hidup sehat juga sangat penting di usia muda sehingga kelak saat tua nanti, kondisi fisik kita masih sehat dan fit terus. Amin.

Semoga si kaki kiri bisa cepat pulih juga, banyak film bagus yang sudah menanti di bioskop. Loohhh… Dan ini cukup lah jadi yang pertama dan terakhir ya, sakitnya JUWARAAAKK.

Semangat !!

Advertisements

11 comments

  1. Ya ampun mbaaa, baru tau kalo lagi kena musibah. Sabar ya mbaa, semoga cepet sembuh ya πŸ™πŸ™πŸ™
    Aku kemarin kaki juga kena minyak. Jalan miring2 gitu. Alhamdulillah sekarang luka udah kering semua πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s