Zona Nyaman

12383170_532914150227179_941728909_n

The journey of a thousand miles begins with a single step _Lao Tzu_

Sudah beberapa minggu belakangan saya absen buat tulisan di blog dan juga jarang sekali blog walking.. Kepengin nulis tapi apa daya, kesibukannlah yang tidak mengijinkan nya… *tsaaah, gaya gw* Tapi benar, beberapa minggu belakangan ini, saya mengikuti training program software baru dengan orang India dimana yang mana itu menguras waktu dan pikiran banget dan udah gitu tetap aja kerja, jadi disambi gitu kerja dan training. Saya lelah kakak.

Bicara soal kerjaan emang gak bakalan ada habisnya. Nah, hari Senin lalu itu, seorang job hunter menghubungi saya untuk menawarkan test interview di perusahaannya. Antara senang dan biasa aja, saya pun menerima tawaran untuk test interview, dimana disepakati tanggal 19 Mei kemarin. Boo, sudah lama banget saya gak pernah ikutan test apapun itu sebagai syarat penerimaan di suatu perusahaan. Baru kali ini, akhirnya telurnya pecah juga. Jadilah saya berangkat, dengan restu pak Suami, serba nothing to lose juga, saya mendatangi perusahaan tersebut. Masih di kawasan Jakarta Selatan. Singkat cerita aja, sampai saat ini pun saya masih bingung banget, galau soal tawaran kerjaan ini. Di satu sisi, tempat saya bekerja sekarang memang sudah nyaman banget. Bayangin 10 tahun saya bertahan disana. Gak kebayang kan loyalitas semacam apa yang saya anut. Orang awam mungkin memandang itu sebagai suatu bentuk loyalitas, tapi bagi saya itu tidak. Karena selama ini, saya juga aktif apply kerjaan baru, cumaa rejeki di tempat yang baru memang belum berpihak pada saya. Ada beberapa alasan yang bikin saya kekeuh ingin pindah bekerja, padahal kalau boleh dibilang, saat ini saya sudah bekerja di suatu perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia. Prestige nya sangat besar. Kerjaan juga sudah nyaman banget. Tapi ya karena kenyamanan itulah yang bikin saya galau sampai sekarang. Diskusi dengan pak Suami, tentang kemungkinan kalau saya diterima di perusahaan baru tersebut. Pak Suami sih sangat mendukung kalau saya merasa sreg dengan perusahaan tersebut. Go ahead ! Begitu katanya.

Ada satu titik yang saya rasa sangat berat untuk saya saat ini, dimana nanti bayangan saya, jika saya berjodoh di perusahaan baru itu, ketakutan saya yang terbesar adalah soal anak. Kembali lagi ke masalah klasik seorang ibu bekerja. Di tempat saya bekerja sekarang, saya rasa waktu bisa sangat flexible, kapan saya bisa pulang tenggo dengan tenang, kapan saya bisa minta ijin dengan mudah kalau-kalau anak saya sedang kurang sehat, segala sesuatu yang berhubungan dengan anak pastinya.

Memulai sesuatu yang baru, menerima perubahan, baik itu di ritme pekerjaan, jenis pekerjaan dan semuanya, mungkin saya masih bisa mentolerir. Tapi saat anak saya butuh saya sementara saya terikat kontrak dengan perusahaan baru, saya rasa itu tidak akan mudah. Kegalauan yang sangat luar biasa. Sementara, saya bekerja kan bukan untuk mencari nafkah (ya, karena itu tugasnya pak Suami bukan?). Saya bekerja hanya untuk menopang membantu suami.

Ah, semoga saya dapat pencerahan secepatnya. Intinya sih cuma 1 : “Berani gak keluar dari zona nyaman?” Eh dua deng, 1 lagi : “Yakin gak, kalau yang baru itu lebih baik?” Simple sebenarnya.

Ada yang pernah mengalami hal seperti saya?

Advertisements

19 comments

  1. Hi Elita (eh bener ini namamu kan..?) Saya lupa apa pernah komentar di blogmu.. Anyway.. Sepuluh tahun bekerja di perusahaan yg sama itu luar biasa bagi saya yg dulu dalam rentang waktu 12 tahun bekerja di 6 perusahaan yg berbeda. Jadi bisa dibilang, saya sangat akrab dengan situasi yg kamu alami sekarang.. Bedanya, saya punya sedikit hal yg harus dipertimbangkan karena dulu itu saya belum menikah apalagi punya anak. Menurut saya, tiap tempat kerja pasti ada plus minusnya (di luar hal yg sifatnya umum kayak gaji, beban kerja, dll). Itu sebabnya dulu saya pindah kerja tanpa beban pikiran berat. Tentu tiap orang punya preferensi yg berbeda. Yang jelas, semakin lama kita berdiam di satu tempat yg sama, biasanya makin enggan untuk pindah..

    Like

    • Hi mba em.. iya bener namaku Elita.. pernah keknya mba ikutan komen disini.. 😊
      Ya itu lah ya mba.. yang bikin berat sekarang sudah bekeluarga dan punya anak. Banyak faktor yg bener2 harus di pertimbangkan dengan baik.
      Anw, makasih ya mba utk masukannya.. 😊

      Like

  2. Wah klo saya sendiri tipe orang yg gak berani keluar dari zona nyaman mbak. Pernah sekali seperti itu eh….. Gagal. Jadi agak takut buat keluar dari zona nyamam ja ha ha.

    Liked by 1 person

  3. Belum pernah sih ngalamin yg sama, kalau untuk keluar zona nyaman pernah dan emang gak enak banget tp yaa dilihat lg mana yg banyak lebih menguntungkan 😉

    Like

  4. Tidak terduga sih mbak situasi ketika memutuskan hal spt ini. Dulu saya list positif dan negatif setelah keterima di suatu perusahaan..saya putuskan untuk join setelah list positifnya lebih banyak..tapi jeng..jeng..hahaha..penuh kejutan, masih berusaha adaptasi setelah hampir 2 tahun..jadi ya, ga terduga..ada temanku yg setelah pindah langsung kayak dapet jackpot, tapi ada juga yg kenyataannya berbeda dengan harapan..
    Kataku, doain mbak, trus follow your heart (and dont forget to take along the brain 😁).
    Semangat!

    Liked by 1 person

  5. Wah lit…emambg harus matang dan bawa dalam doa ttg pindah kerja ini. Tapi kalau kamu udah yakin memang harus berani menerima tantangan baru. Aku tadinya pengen pindah thn ii tapi inget anak trus dipending dulu deh. Jiayoooo lit! Semoga yg terbaik ya

    Like

  6. Kalo keluar masuk tempat kerja, aku sudah khatam. huehehehe. Paling lama kerja di satu tempat ya 4 tahun. Kadand cuma setahun.
    Pada saat mau pindah, memang sih pasti ada keraguan. Gimana kalo tempat baru tidak nyaman? gimana kalo gak lulus probesyen? lalala lilili.
    Tapi selalu aku berpikir bahwa rezeki itu asalnya bukan dari tempat kerja, tapi dari Tuhan, disalurkan melalui tempat kerja. Ini membuat aku menjadi tenang.

    10 tahun di tempat kerja yang sekarang, tentu luar biasa, lho. Nah sekarang kembali ke diri sendiri, masih ada hal yang ingin dicapai? Atau mungkin ada, tersembunyi jauh di lubuk hati, saking tersembunyinya hingga jadi berdebu dan usang?

    Anyway, menurutku draft contract belum di offer kan? Gak usah galau. Tunggu aja dan liat draft nya seperti apa. Kalau emang angka dan fasilitasnya bagus, ambil. Kalau beda tipis, jangan deh.

    Liked by 1 person


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s