Lupa Istri (Si Pelupa jilid 2)

Ini koq judulnya horor banget ya. Tapi beneran ini kejadian loh. Baru-baru ini pulak. Si istri itu ya saya sendiri. Jangan bayangin yang serem-serem dulu ya karena lupa disini bukan seperti yang dibayangkan. Bukan lupa yang kayak gimana itu loh, hiiiiy kalo itu sih amit-amit deh. *knock-knock-knock*

Kejadiannya baru aja hari Minggu kemarin, dimana, saya, pak suami, Alom, dan seluruh keluarga dari pak suami jalan-jalan ke salah satu mall yang ada di kawasan Bekasi. Jarang-jarang sih kita jalan-jalan ramean gini, ya itu karena si adik ipar (adiknya suami) dan suaminya sedang berkunjung ke Jakarta dari Halmahera. Moment langka ini pun kita gunakan sebagai ajang kumpul-kumpul keluarga, ya salah satunya jalan-jalan ke mall.

Nah, selesai acara makan bersama, mengajak anak-anak main di Fun Wo*ld, lalu ibu mertua ada inisiatif untuk belanja keperluan di Far**rs Market. Masih di mall yang sama. Karena sudah lumayan capek, saya gak ikut deh ke dalam. Hanya ibu mertua dan adik ipar saya aja yang belanja. Kami pun menunggu di depan Far**rs Market, kebetulan ada beberapa kursi panjang. Lumayan kan bisa duduk istirahat. Pak Suami, Bapak Mertua dan Suaminya si Adik Ipar, setia menunggu sambil duduk di kursi panjang tadi. Sementara saya, agak menepi sedikit ke pojokan, berhubung si Alom sepertinya sudah ngantuk berat. Saya bilang dong ke pak Suami, kalau saya menunggu di sana ya, sambil menunjuk ke arah kanan, sambil boboin si anak bocah. Heemm, lumayan lama ya nunggunya. Ibu-ibu boo, jangan dilepas di supermarket, bisa semua di kelilingin. Sementara saya menggendong Alom, sambil bersenandung kecil, dia pun tertidur. Lalu saya pun melihat ke arah bapak-bapak tadi, loh koq sudah sepi? Mereka menghilang?

Saya sih gak panik ya, cuma koq bisa gitu itu bangku sepi gitu, kemana bapak-bapak tadi? Masih belum pindah posisi nih dari tempat saya berdiri, masih sambil me-ninabobo-kan, nyanyi sih tetap, tapi dalam pikiiran waduh ini gimana dong? Malah gak pegang HP pulak waktu itu. Gak pegang dompet juga. Semua ada di tas yang mana tas it usaya titipin ke pak Suami. Semenit, dua menit, sampai 5 menit, belum ada tanda-tanda mereka ngeh kalau saya gak ada di rombongan. Nyaris sepuluh menit kemudian, saya melihat pak suami dan adik ipar saya datang menjemput ke tempat tadi.

Oallaaa maakkk, ini lagi momong anak biar tidur, koq ya malah ditinggal. Lupa sih lebih tepatnya. Duuh, malah gak ada yang sadar pula saya gak ada di rombongan. Ini pak Suami gimana sih? Dongkol juga sih sedikit ya. Tapi berusaha tetep adem lah, lah wong mall pun adem walaupun di luar panasnya ampun-ampunan. Sambil bertanya, koq bisa saya ditinggalin, jawabnya ringkes aja :”Aku pikir kamu tadi jalan ke arah sana (sambil nunjuk ke arah pintu keluar)”. Au ah, pites juga nih kepalanya. Masih untungnya belum sampai di parkiran ya dia ngeh nya. Atau masih untung lagi belum sampai di rumah. Cuma bisa geleng-geleng deh kalo kayak gitu.

Pernah punya pengalaman yang mirip seperti kejadian tadi ?

 

Advertisements

5 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s