Terima Kasih Tuhan

*tulisan ini ditulis kemarin (13.04.2016), tetapi mampir dulu sebentar di draft folder.*

12965845_753968038073316_1926931649_n

edited by : me

Hari ini, 13 April, tepat 1 tahun yang lalu, saya dan juga keluarga besar bertemu muka dengan seorang bayi kecil yang sekarang sudah beranjak besar dan cantik. Kakak Alom, begitu kami memanggilnya. Setelah 9 bulan lebih, bayi kecil ini berada dalam kandungan ibunya dan akhirnya Tuhan menyatakan dia lahir ke dunia, dengan kondisi yang sehat, cantik, tanpa kekurangan suatu apapun juga. Thank God.

Selama 1 tahun ini, kehidupan keluarga kami mengalami beberapa perubahan, terlebih bagi saya pribadi. Hampir semua berubah, gaya hidup, jam bangun, jam tidur, tanggung jawab, atur rumah tangga, yang semula hanya berjalan biasa-biasa saja. Namun, sejak kaka Alom lahir, semua menjadi luar biasa. Saya, yang biasa bangun tidur ku terus mandi dan berangkat kantor, sekarang menjadi bangun tidur, beberes, masak makanan si kecil, rapi-rapi rumah sedikit, mandi lalu berangkat ke kantor. Dulu, yang hobi banget beli ini itu, sepatu dan tas, baju juga, sekarang hobby beli keperluan dan perlengkapan tetek bengek si kecil. Itu tentang saya. 

Tentang Alom? Ya, anak ini sudah sangat dinanti-nantikan di kedua keluarga besar, keluarga saya dan juga pak suami, karena kami sama-sama anak pertama. Selama 4 tahun kami menantikan dan rindu kehadiran sosok mungil di tengah-tengah keluarga. Awal-awal tahun pernikahan, kami masih santai dan masih bisa dibilang belum folus untuk memiliki anak. Lalu, seiring berjalannya waktu, kami pun mulai sadar, akan kerinduan kami untuk memiliki momongan. Ada yang menganjurkan cara tradisional, seperti urut kandungan atau apalah bentuknya. Itu pun sempat kami lakukan. Rasanya? Sakit banget. Tapi memang belum saatnya kami saat itu memiliki anak. Sampai akhirnya, kami memakai cara medis, yang awalnya periksa keadaan kami berdua, apakah ada yang salah dengan kami atau bagaimana. Ternyata memang kami memiliki kekurangan dan menurut dokter SpOG yang kami datangi, kami harus melakukan beberapa terapi yang menurut dokter bisa membantu kami untuk memiliki anak.

Singkat cerita, kabar bahagia itu tiba, saya dinyatakan positif hamil. Tapi rupanya, tidak semulus apa yang kami harapkan sebelumnya. Saat cek tespack, lalu pergi ke dokter SpOG yang lain, hal ini karena pada hari itu, dokter SpOG langganan saya sudah tidak terima pasien, overload pasien di hari itu, daripada perjalanan sia-sia, maka diputuskanlah kami periksa ke dokter SpOG yang lain yang sedang praktek juga saat itu. Kandungan saya dinyatakan lemah, denyut jantung bayi tidak terlihat, dan dokter bilang kalau dalam 2 minggu denyut jantung tidak ada perkembangan ya mohon maaf. Gilaaa, bagai kesamber petir rasanya. Sakit banget saat mendengar vonis dokter barusan. Saya nangis sejadi-jadinya. Pak Suami menenangkan dan akhirnya kita pergi ke dokter SpoG yang lain malam itu juga. Puji Tuhan, dokter SpOG yang kedua ini bisa lebih menenangkan. Kami pun lega.

Belum selesai. Setelah dinyatakan positif tadi, saya mengalami hyperemesis, kondisi dimana saya sangat lemah, cairan berkurang, karena muntah dan tak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perut saya. Beberapa orang terdekat bilang saya harus makan, supaya ada asupan makanan untuk si calon bayi. Saya mau makan, tapi apa daya, semua harus keluar lagi. Begitu terus sampai akhirnya saya harus dirawat selama 1 minggu d irumah sakit. Selama awal kehamilan, saya 2x dirawat di rumah sakit karena payahnya masa-masa awal kehamilan itu. Berat badan saya pun turun hampir 15 kg. Thank God, setelah memasuki bulan ke-4, semua kembali normal. Semua lebih baik, gak ada lagi drama masuk rumah sakit, hanya saja posisi si bayi melintang dan kelilit tali pusar, dari bulan ke-5 dan sampai saatnya lahir, posisi itu belum berubah. Dia sangat nyaman dengan posisi itu, begitu kata dokter waktu itu. Gapapa, yang penting si bayi sehat-sehat. Puji Tuhan.

Sampai akhirnya, tanggal 13 April 2015, tepat satu tahun kemarin, bayi itu lahir, dan sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang lucu dan pintar. Selamat Ulang Tahun ya kaka Alom. Semoga setiap langkah kaki dalam perjalanan hidupmu senantiasa diberkati oleh Tuhan, karena kami percaya, sejak kaka Alom diciptakan dan sampai saat ini, Tuhan senantiasa yang membimbing dan menyertai pertumbuhan dan perkembanganmu. Semakin pintar, tumbuh sehat, dan semua doa yang baik untuk kebahagiaanmu. Mama love you to the moon and back!

 

Advertisements

7 comments

  1. Selamat ulang tahun kaka Alom. Semoga sehat dan bahagia selalu, dan menjadi anak yg berbakti kpd kedua orang tua.

    Waa.. baca cerita waktu hamil turunnya banyak sekali sampe 15 kg, saya jg ngalamin turun bb di trimester pertama, tp ga banyak, turun 4 kg. Saat itu saja saya udh lemes bgt ga bisa ngapa2in krn kurang asupan.. 😦

    Like

  2. Pingback: Minggu Ceria | Call Me El

  3. Perjalanan setiap orang berbeda ya say, terharu bacanya, dan, semoga pengalaman-pengalaman itu membawa kita pada satu muara “syukur”.

    Senang bisa baca sharingnya. Sekali lagi, selamat ulang tahun buat Kakak Alom semoga jadi berkat dan sukacita buat banyak orang….

    Liked by 1 person


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s