Liburan Murah Meriah

Suatu Sabtu, saya dan pak suami sepakat mengajak anak kami, Alom, jalan-jalan. Bukan Sabtu minggu lalu sih tepatnya tapi Sabtu beberapa minggu sebelumnya, tapi saya baru sempat bercerita sekarang ini. Jalan-jalan kali ini, lain dari biasanya. Biasanya kami hanya jalan-jalan ke mall yang notabene dalam ruangan ber-ac. Selama ini, setiap mengajak Alom jalan ke mall, pasti akhirnya dia akan tertidur di stroller nya. Adem kan mall itu. Nah kali ini, kami berniat mengajak Alom liburan ke area outdoor, dengan harapan dia bisa lebih mengenal lingkungan sekitarnya. Akhirnya diputuskanlah jalan-jalan kali ini ke kebun binatang Ragunan. Terakhir kesini sekitar 5 atau 6 tahun lalu, saya gak ingat persisnya kapan.

Rencana awalnya, kami sepakat berangkat pagi dari rumah, dengan alasan, udara pagi lebih segar dan kemungkinan untuk terhindar dari kemacetan karena masih pagi. Tapi karena kerempongan ini itu, batal lah rencana berangkat pagi tadi, jadi kami berangkat sekitar jam 11-an dari rumah. Sudah lumayan siang juga sih. Kondisi jalan raya saat itu sangat mendukung karena kami tidak terkena macet sama sekali. Alom aman, karena selama perjalanan dia tidur. Padahal, bayangan kami, Ragunan akan penuh dengan pengunjung, sehingga jalanan menuju Ragunan pun akan macet. Rencananya juga, kami mengajak tante nya Alom (adik perempuan saya), tapi karena dia harus mengurus SIM nya yang sudah expired, jadinya hanya kami bertiga saja. Saya, pak suami dan Alom.

Sampai di Ragunan, kami harus membeli tiket masuk seharga 4000 rupiah saja untuk orang dewasa. Murah banget kan? Alom, belum kena biaya tiket masuk, karena masih hitungan dibawah umur anak-anak, jadi kami hanya membayar tiket untuk 2 orang. Sedangkan untuk anak-anak, hanya membayar tiket sebesar 3000 rupiah saja per anak. Liburan murah. Saat itu suasana mendung jadi menambah keademan selama di Ragunan.

local_maps1.jpg

sitemap from :  www.ragunanzoo.jakarta.go.id

Ragunan, menurut saya lokasi nya adem, karena sepanjang jalan disana, banyak pepohonan. Rimbun. Nyaman juga, karena kendaraan tidak boleh masuk, kecuali mobil wara wiri dan sepeda sewaan di area Ragunan. Spot pertama yang kami kunjungi adalah area taman burung pelikan. Masih sama seperti yang dulu. Sekelompok burung pelikan besar yang hidup berkelompok, bermain dan makan di area taman. Ada kolam seperti danau buatan yang terdapat ikannya sebagai makanan si pelikan. Reaksi Alom bagaimana? Mengamati, memperhatikan, dan seperti sedang berpikir : “itu hewan apa sih?” Ya terang aja, dia kan belum pernah melihat hewan-hewan selain kucing dan ajing yang ada di sekamir rumah kami. Selebihnya hanya melihat di TV channel bayi. Lalu, pemberhentian berikutnya ada kandang gajah. Gajah disini jumlahnya antara 3 atau 4 ekor. Kandangnya terlalu sempit menurut saya. Di seberangnya ada kandang anak-anak gajah. Reaksi Alom ? Sama seperti tadi, hanya mengamati, memperhatikan, dan seperti sedang berpikir : “ini hewan apalagi sih?” Sambil bercerita, ini gajah, hewan besar berbelalai panjang, bla bla bla. Tetap aja ekspresinya datar. Lalu kami berhenti sebentar. Ngaso sambil gelaran di taman depan kandang gajah. Kebetulan di depannya ada penjual pecel sayur. Oiya, sepengamatan saya, di Ragunan ini banyak penjual lontong pecel sayuran. Minimal 50 sampai dengan 100 meter, kami dengan mudah menemui penjual pecel sayuran. Kalau soal rasa, ya so so menurut saya. Harganya pun masih reasonable juga koq. Anak kecil pun nyusu. Sebenarnya lebih seru lagi kalau kami membawa perlengkapan bekal piknik tapi apa daya untuk kali ini, saya gak terpikirkan sama sekali untuk membawa bekal, karena perkiraan saya, kami gak akan menghabiskan waktu yang lama untuk piknik di area taman sambil menikmati bekal piknik. Oke lain kali mungkin saat Alom sudah agak besar.

20160213_121436

taman burung pelikan

 

 

20160213_132958

area gajah yang lebih besar

 

20160213_131542.jpg

anak kecilnya sedih karena ditinggal rusa

 

 

Setelah itu, kami lanjutkan perjalanan. Kali ini mampir sebentar di kandang rusa. Berada tepat di seberang kandang gajah tadi. Ada beberapa rusa yang keluar dari tempat berlindungnya. Untuk kandang rusa sendiri, pengunjung bisa berinteraksi lebih dekat dengan rusa. Bahkan ada beberapa pengunjung yang memberi makan rusa lewat pagar kandang. Kami pun mendekati kandang rusa yang kebetulan ada seekor rusa di dekat pagar. Reaksi Alom ? Wah dia senang sekali, sambil tertawa khas anak kecil kalo lagi kesenangan. Reaksinya persis kalau ketemu atau papasan sama kucing di sekamir rumah. Sayangnya, karena kami gak punya makanan yang bisa dikasi ke rusa, jadi si rusa tadi gak lama disana, langsung pergi, mungkin bete karena gak dapat makan. Yah, Alom nya sedih. Berikutnya, dengan niat mau bercerita soal jerapah yang punya leher panjang sambil melihat jerapahnya langsung, tapi apa daya nak, jerapahnya lagi malas keluar dari rumahnya. Lain kali mungkin dia gak malas lagi ya. Niatan untuk ke area kandang burung pun kandas aja gitu karena kami gak tau jalan menuju kesananya. Sampai lah kami di tempat gajah (lagi). Kali ini area lebih besar dari yang pertama kami lihat karena gajah bisa bebas berkeliling disana. Lalu masih sambil berjalan mencari area kandang burung, kami pun sampai di area pusat primata Schumutzer. Awalnya ragu mau masuk ke dalam, karena rempong bawa stroller. Tapi setelah bertanya ke petugasnya, stroller bisa koq dibawa ke dalam atau bisa juga dititipkan di tempat penitipan barang. Oiya, pengunjung tidak boleh membawa tas ke dalam, cukup dompet dan HP serta barang-barang berharga lainnya. Unutk masuk ke area pusat primata Schumutzer ini, setiap pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk seharga 7500 perak saja. Muraah banget kan? Oke, kami pun beli tiket dan stroller tidak kami titipkan. Si area pusat primata ini, mungkin merupakan best area di Ragunan. Taman di dalam taman, konsepnya. Sebenarnya kawasannya cukup bersih, termasuk toilet yang ada di dalamnya, tapi pada saat itu, nyamuk sedang merajalela booo. Mungkin memang lagi musim nyamuk juga kali ya. Tapi yang ada di pikiran kami saat itu adalah cepat-cepat keluar dari area Schumutzer karena gak tahan sama serangan nyamuk, apalagi ada si anak kecil, kan kasian kalau sampai digigit sama nyamuk-nyamuk tak bertanggung jawab itu.

Akhirnya kami keluar dari area primata setelah sempat kelimpungan karena gak tau jalan keluar. Macam di labirin aja bukan? Alom juga kelihatannya sudah mengantuk. Ya begitulah kalo ngajak bocah ini, selalu ngantuk, hehehe. Berhubung gerimis sudah mulai mengandung mengundang, kami pun segera mencari pintu utama dengan tujuan pulaaang maaak. Anak kecil pun sudah nyenyak di stroller nya.

Kesan liburan kali ini, Alom masih terlalu kecil rupanya untuk mengenal binatang-binatang selain kucing dan anjing. Padahal dia sering loh melihat gajah di TV channel bayi, tapi saat diajak melihat gajah dia cuman pelongok-pelongok aja. Oke, mama mu ngerti nak, ini perngalaman pertamamu jalan-jalan ke area out door. Lain kali kita jalan-jalan lagi yaa. Masih banyak loh hewan-hewan lain yang belum kita lihat disana.

Jadi kalau mau liburan murah meriah, ya ke Ragunan aja. Yang penting siapin stamina yang oke kalau mau berkeliling karena lumayan luas loh Ragunan ini. Bisa sih naik mobil wara wiri tapi ya lebih enak jalan kaki sambil menikmati pemandangannya, menurut saya loh ya. Atau kalau mau sewa sepeda keliling juga seru. Tetap aja pake stamina juga kan? So far sih seru asal jangan pas long weekend aja karena pasti sesak banget (seperti berita-berita yang di TV)

.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s