Bahagianya Masa Kecil

Pasti banyak dari kita yang kangen mau balik lagi ke masa kecil. Masa dimana kita gak harus mikirin tagihan, cicilan ini itu, kerjaan kantor yang menumpuk, rumah tangga yang ada aja intriknya dan masalah-masalah lainnya. Paling banter, urusan anak kecil yang paling pelik ya seputaran PR dan tugas yang diberikan oleh guru mereka. Selebihnya dunia mereka dipenuhi dengan bermain, bermain, bermain dan bermain. Beruntungnya saya, sewaktu kecil masih menikmati permainan-permainan yang seru (ya paling tidak, seru di jaman nya). Seiring berjalan waktu dan jaman, jenis permainan anak-anak pun berubah mengikuti jaman itu sendiri. Mungkin saja permainan saya di waktu kecil sudah jarang ada di jaman yang sekarang. Saya mau sedikit bernostalgia dengan permainan yang hits banget di jaman saya masih kecil dulu. Jauh dari gadget, game online (boro-boro online, gadget aja gak kenal), play station, internet, bahkan yang namanya Facebook dan saudara-saudaranya itu. Jaman saya kecil, teknologi memang gak canggih seperti sekarang. Kebanyakan adalah permainan yang mengutamakan interaksi dengan pemain lainnya. Lebih terasa kan kebersamaannya.

  1. Congklak

congklak

Permainan ini dimainkan oleh 2 orang dengan menggunakan papan yang sudah di bolongi(apa sih bahasanya dibolongi) dan memakai biji-bijian sebagai anakannya. Biji-biji an tadi dimasukkan ke dalam setiap lubang dan siapa yang berhasil mengumpulkan biji paling banyak, dial ah pemenangnya. Dulu sebelum punya congklak, sambal menemani ibu saya yang sedang masak, saya keluarin beberapa mangkuk dari rak piring, trus pakai batu kerang atau gundu sebagai anakannya. Main dan asik sendiri deh. *kecil-kecil udah kreatif yekan?*

2. Kelereng

Main-kelerengBiasanya ini permainan anak laki-laki, tapi jangan salah, saya juga main kelereng loh. Punya banyak kelereng juga. Anak laki-laki biasanya main kelereng sambal adu, yang kalah bayarnya pakai pun pakai kelereng.

3. Bola Bekel

bekel

Ini merupakan salah satu permainan favorite saya dulu. Ada bola bekel yang tebuat dari karet dan biji nya yang terdiri dari 6/8 buah. Hampir setiap teman perempuan saya punya bola bekel dan juga biji-bijiannya. Nanti kita bermain bersama, siapa yang paling tinggi levelnya, dia ngutang sekarung (tau ngutang dalam bentuk apa, tapi bilangnya ya begitu). Kadang kita juga bikin tim. Waktu saya kecil, bola bekel yang di rendam di minyak tanah semalaman bisa membesar ke esokan paginya. Saya sih gak pernah nyoba merendam bola bekel karena ga suka sama bau minyak tanah. Oiya, saya jago loh main bola bekel *kibas-kibas bangga*

4. Petak Umpet

Petak Umpet2

Pemainnya biasanya banyak. Satu orang yang kalah hompimpa/gambreng, dia kedapatan tugas sebagai penjaga dan yang lainnya ngumpet. Nanti si penjaga itu harus menemukan temannya yang sudah ngumpet. Dalam permainan petak umpet ini, kita dituntut untuk jujur, sampai hitungan ke sepuluh (atau yang sudah disepakati), harus merem (gak boleh ngintip). Ini juga seru, Tapi kadang kalau udah sore, saya suka takut main petak umpet, takut di umpetin setan. Hahahaha, anak kecil banget kan?

5. Lompat Tali

untitled

Saya biasa bilangnya main karet. Karena tali yang dipakai dari karet yang dijalin sehingga membentuk tali panjang. Kalau permainan ini saya seringnya jadi anak bawang, karena teman-teman saya badannya lebih tinggi. Tapi jangan salah, walaupun kecil saya juga jago loh kalo main karet. Kadang saya malah yang belain si “raja” dalam permainan kelompok.

6. Monopoli, Halma, Ludo, Ular Tangga

Permainan ini juga seru banget. Ada karton sebagai papan monopoli, duit-duitan kertas, rumah dan hotel. Kalau main monopoli berasa jadi orang kaya, punya rumah dan hotel di berbagai negara. Selain bermain sama teman-teman sebaya, saya juga sering bermain monopoly sama ibu, bapak dan adik-adik saya. Namanya keluarga, kadang suka curang, yang kalah kadang suka di kasih duit sama yang jadi Bank. Kalau sudah begini biasanya saya suka iri, hihiihihi…

Halma, Ludo dan Ular Tangga juga menggunakan karton sebagai papan permainan.

7. Gambaran

Gambaran bisa dimainkan oleh anak perempuan dan juga laki-laki. Mainan ini terbuat dari kertas yang sudah di gambar dan di kotak-kotakin. Biasanya 1 papan gambaran ada tema nya, missal : bunga, buah, jagoan anak-anak, dll. Di tempat saya, gambaran biasa dimainkan dengan cara teprokan, bagi roti, dan cemek. Hahaha, bahasanya aneh-aneh ya. Teprokan itu caranya 1 buah gambaran diteprokan dengan gambran punya lawan. Yang gambaranya menghadap ke atas pas jatuh, dia menang, bayarnya ya pakai gambaran juga.

8. Layang-layang

6-bahaya-bermain-layang-layang1.png

Biasanya permainan ini untuk anak laki-laki. Tapi saya sering juga bermain layang-layang, tentunya sama teman saya yang laki-laki juga. Hahaha. Lebih sering dimainkan pas sore hari karena angin sore cocok untuk layangan (menurut teman saya). Saya biasanya kebagian tugas pegang layangan sebelum dinaikkan. Ya begitulah, Cuma sebatas itu doang. Nanti kalau layangan sudah berhasil di atas, saya kebagian pegangin layangannya mereka deh. Duilleeh, giini amat yak. *Saya merasa dibohongi.*

9. Tapak Gunung

a197

Saya biasa sebut dengan “gedebrak”. Mungkin karena bunyi langkah kaki saat lompat bunyinya “gedebrak”. (Yaelah, gak banget kan, ya namanya juga anak-anak). Saat pulang sekolah, kalau ada rencanaa main gedebrak sorenya, saya sibuk nyari bata buat dipakai sebagai “gacoan”. Bayangin aja, jadi sepanjang jalan pulang, kepala saya nunduk aja, kali-kali ada bata yang oke (menurut saya), dengan harapan dengan pakai bata itu saya bisa menang. Entah kenapa, dulu itu main gedebrak tergantung dari bata yang dipakai sebagai gacoan.

10. Ular Naga

ular-naga-panjangnya-lirik-lagu-anak

Ini mainnya ramean sama teman-teman sekolah waktu jam istirahat. Karena di seklah pasti ada lapangan, dan biasanya main ular naga itu lebih seru kalau di lapangan yang luas. Permainan ini ada lagunya juga loh.

11. Masak-masakan

Saya senang banget main masak-masakan. Kebetulan di dekat rumah ada kebun kosong. Biasanya saya main masak-masakan disana sama teman-teman. Ngambil daun-daunan di kebun, di potong-potong pakai pisau kepunyaannya teman, trus di rebus deh pakai kaleng kosong, bikin kompor dari bata, nanti kaleng kosong di taruh di atas nya. Kaleng kosong disini berfungsi sebagai panci. Seru deh. Tapi kalau ibu saya tau, pasti saya kena marah, karena mainan api. Sewaktu masih kecil banget (belum sekolah), saya sampe nangis karena gak punya pisau, sedangkan teman saya yang lain udah pakai pisau buat potong daun-daunan. Gak akalah kreatif, ibu saya cuman pinjamin besinya obat nyamuk bakar. Yang ada ya saya manyun karena itu kan gak tajam mama, huhuhuhu….

12. Mandi Hujan

mandi-hujan_20151115_205748

Kalau mau mandi hujan biasanya saya pakai trik. Ibu saya adalah orang yang paling gak setuju kalau saya main hujan, Tapi kan di luar sana, teman-teman saya asik main hujan, Gak kehabisan akal, saya biasanya ambil sapu lidi, alih-alih sambil sapu air di halaman, si mama sih pasti teriak dari dalam jangan main hujaaaann.. Trus saya pasti bilang: “Yah ma, terlanjur basah nih kena hujan, sekalian aja ya.”

13. Baju-bajuan

Ada yang sebut juga orang-orangan. Dibuat dari kertas, ada orangnya, ada baju-bajunya, kadang ada juga pernak perniknya, seepti tas , topi, kacamata, de es be.

Disitulah kita bisa membuat cerita sendiri dengan tokoh si orang-orangan tadi. Ini saya punya banyak nih baju-bajuan gini. Eh sekarang masih ada gak yah ?

 

14. Gobak Sodor

Biasanya bermain secara berkelompok. Saya dan teman-teman sekolah bermain gobak sodor sebelum masuk kelas (pagi). Pas masuk kelas udah keringatan aja deh. lebih lengkapnya bias dilihat di sini.

 

Gimana seru kan? Masih banyak loh permainan masa kecil yang gak saya ceritakan disini. Sepengamatan saya, permainan jaman saya kecil dulu lebih mengutamakan interaksi dengan teman jadi terjalin kebersamaan trus jadi akrab deh. Bermain sambil bersosialisasi, begitu intinya. Jadi tambah kangen masa kecil kan?

 

F2751FB9C7C6BEADDE209BB1A56BEBBE

 

p.s : gambar di dapat dari berbagai sumber

Advertisements

11 comments

  1. Semua maenan di atas aku juga mainin, mbak. Padahal dulu aku tinggalnya di pelosooook desa. Tapi sama aja ya mainan anak kecil jaman dulu? Trus masih inget ga yang Donald Bebek mundur selangkah? Hahahaha 😀

    Like

    • oaaalllaa… ini komennya koq bias masuk Spam ya mba..
      iya itu dia, Donald bebek mundur 3 langkah, sambil bikin formasi lingkaran yak.
      aneh juga kalo dipikir2 kata2 intronya, tapi emg banyakan begitu yaa… ahahaha…

      Like

  2. Revolusi mainan anak 80’s-90’s permainan tradisional lalu anak 90’s-2000an tradisional pun mulai memudar tergantikan oleh mainan seperti tamiya, tamagotchi dll dan sekarang semua itu sudah jarang di temui bahkan di kota mungkin udh punah semua serba gadget/digital sekarang T_T

    Download/Watch Jurassic World (2015)

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s