Kami Tidak Takut

Tagar Kami Tidak Takut belakangan sedang naik daun di kalangan para netizen. Bermula dari peristiwa pemboman yang terjadi sekitar 1 minggu lalu di Jl. MH Thamrin Jakarta. Tapi tenang, saya bukan mau membahas soal pemboman atau latar belakang atau semua kejadian yang berhubungan dengan pemboman tersebut, karena itu bukan kapasitas saya mengomentari soal pemboman tersebut. Yah walaupun secara offline, sering juga sih membahas topic beginian dengan orang-orang di sekitar saya.

Well, belakangan malah muncul meme lucu sehubungan dengan tagar Kami Tidak takut tersebut.

 Seperti meme di bawah ini :

IMG-20160122-WA0002

Begitu tau ada meme seperti ini, saya langsung cekikikan. Sadar karena saya adalah salah satu dari wanita kebanyakan yang suka belanja online. Perlu digarisbawahi dulu, belanja online yang saya sering lakukan nominalnya gak sampai jutaan koq. Kedengarannya memang lucu kan. Tapi itu benar adanya. Hahahaha..

Entah kenapa, belanja online bagi saya seperti habis melakukan dosa besar. Ih padahal kan gak dosa-dosa amat juga.

Toh, bersyukurnya masih bisa belanja online pakai duit sendiri. Hohohoho…

Biasanya nih ya setelah konfirmasi transfer ke online shop yang dituju, rasanya tuh senang-senang gimana gitu. Senang karena bakal punya barang baru. Tapi deg-deg an juga kalau sampai ketahuan sama suami.

Tapi masih ada jalan menuju aman kan, kalau misalnya sampai kejadian barang belanja online sampai saat suami ada di rumah ?

 Jurus jitu yang mungkin bisa menyelamatkan situasi. Sambil pasang muka bloon, kita bisa bilang : “Ini titipaaann temaaann aku loh, sungguh, bukan punya aku koq…” Entah si Suami percaya atau ngga, kita bisa ngarang cerita semanis mungkin.

Atau bisa juga pakai jurus jitu seperti ini : “Iiiihh ini kemarin lagi muraaah bangett lohhh, jarang-jarang sis nya kasih diskon gini, biasanya harganya juga bla bla bla…” Njleeebb… Semoga si suami percaya dengan alas an yang ini.

Atau bisa juga bilang begini : “Yah ini sih udah lama banget pesannya, udah ikut PO dari kapan tau koq baru sampe sekarang ya barangnya.” Sambil pasang muka seolah-olah kecewa karena barangnya baru sampai di luar estimasi kita. Palingan reaksi suami cuman manggut-manggut benerin kacamata sambal menggumam hemmm.. heemm…

Bisa juga pakai jurus ini : “ Ini barangnya dipesanin sama si anu loh (sebut nama teman dekat), dia pernah bilang, dia mau kasih aku sesuatu trus dia minta alamat rumah kita deh biar bisa langsung sampai, bagus yah yah yah.. ?” Sambil kasih liat barangnya dan kasih senyum yang paling manis deh.

Atau begitu kecium radar barang pesanan mau sampai rumah, sebelum ketahuan buru-buru dimasukin lemari atau di laci atau dimanapun yang gak terjangkau sama pandangan suami. Hihihi…

Atau yang paling aman sih, jangan pakai alamat pengiriman ke rumah, bisa titip ke rumah teman dulu atau pakai alamat kantor. Nah pakai alamat kantor yang paling aman. Saya sering begitu soalnya. Tapi ya namanya barang ya diumpetin gimana juga pasti bakal ketauan juga.

Apa jurus jitu saya masih kurang sakti ?

Apa sebaiknya jujur aja sebelum barang pesanan sampai bilang : “Mmmm.. tadi aku abis pesan ini loh sama sis yang itu.”

Pernah ??

Jujur nih ya, belummm pernaahhh…..

 

F2751FB9C7C6BEADDE209BB1A56BEBBE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s