Awas Copet !!

pick

Sekitar setengah tahun lalu, waktu awal-awal saya mulai ngantor lagi setelah jatah cuti melahirkan sudah habis, hampir setiap hari saya naik kendaraan umum ke dan dari kantor.

Mulai dari order ojek online, yang waktu itu masih gencar-gencarnya promo, sampai naik kopaja, patas AC dan bus TJ. Agak kikuk awalnya karena harus penyesuaian lagi. Bukan begitu bukan?

Kebayang kan naik bus TJ di week days, itu penuh nya udah kayak ikan teri siap dipepes. Penuh banget sampai mau garuk kepala juga rada susah sangking crowdednya. Tapi saya gak akan mau naik bus dalam kondisi jejelan begitu. Jadi menurut saya ada timing yang pas kapan sebaiknya naik Bus TJ.

 Eniweii, selama kurang lebih 4 bulanan menikmati transportasi umum di Jakarta, saya sudah 3 kali melihat copet yang mau beraksi di dalam kopaja. Dan apes bagi mereka, aksinya selalu gak berhasil. Dan semoga gak akan pernah berhasil sampai selamanya. Amin.

Saya naik kopaja pasti pagi saat berangkat kantor. Dengan jarak yang gak jauh sih memang. Tapi dengan jarak yang gak jauh itu, saya bisa pastikan, bahwa laki-laki yang menurut saya mencurigakan di dalam kopaja itu adalah tukang copet.

Mereka beraksi bukan pada saat kondisi Kopaja dalam keadaan full penumpang. Kondisi full penumpang yang saya maksut disini adalah tidak ada penumpang yang sampai berdiri di dalam Kopaja, jadi semuanya masih bisa duduk manis di bangku Kopaja yang sempit banget. Eh disini perlu ditegaskan, bangkunya yang sempit atau badan saya yang sedikit luas ya ? Ah gak koq, kali ini benar, bangku kopaja nya yang sempit.

Sepengamatan saya, si pencopet itu di dalam bus itu seperti ini ciri-cirinya :

  1. Biasanya laki-laki. Umur variasi ada yang masih muda dan setengah tua.
  2. Mereka biasanya tidak sendiri dalam melakukan aksinya, yang saya lihat saat itu sekitar 3 sampai 4 orang. Duduk berpencar tapi sering terlihat kasih kode misal dengan kedipan mata atau tunjuk-tunjuk.
  3. Mereka membawa atribut yang biasanya tas ransel yang di bawa di depan atau menutupi mukanya dengan masker, kalau kita melihat pasti langsung berpikiran, oh orang ini sedang flu.
  4. Pakaian rapi, rapi disini memakai kemeja, yang dimasukin ke dalam celana panjang dan memakai sepatu. Mirip pegawai kantoran bukan ?
  5. Mereka mengambil posisi duduk di bangku yang bikan dekat kaca, dan selalu mempersilahkan penumpang yang baru masuk untuk duduk di sampingnya di sebelah kaca. Kebayang dengan kondisi kopaja yang sempit dan mesti duduk di posisi sebelah kaca. Ini ngga banget buat saya.
  6. Pada saat penumpang yang sebelahnya mau turun (sudah sampai di tujuan), si pencopet berdiri alih-alih memberikan jalan. Padahal menurut saya itu dalihnya dia supaya si penumpang fokus untuk keluar dari tempat duduknya.
    Jadi disitulah mereka mengambil kesempatan melakukan aksinya.
  7. Yang lebih aneh lagi menurut saya, mereka tuh sering pindah posisi duduk. Misal dari belakang ke depan atau kanan ke kiri.

Geram deh melihat aksi-aksi jahat kayak gitu. Dalam hati sambil berdoa semoga mereka gak dapat rejeki hari itu. Lah wong gak halal gitu koq caranya. Semoga si calon korban juga lebih berhati-hati lagi.
Biasanya yang jadi incaran wanita muda yang bawa tas. Teman kantor saya ada beberapa yang sudah pernah jadi korban copet.
Sebenarnya ada ketakutan juga dalam hati saya saat itu. Takutnya mereka simpan senjata tajam. Saat itu akhirnya tinggal saya seorang diri penumpang dan ke 4 orang pencopet di dalam kopaja. Ngeri-ngeri joss kan.
Tapi ketakutan itu kalah masih sama keberanian yang timbul tiba-tiba. Sambil pasang muka jutek dan siapin kuda-kuda (padahal gak punya background bela diri loh) kalau-kalau mereka “mengganggu” kenyamanan saya.
Dalam hati sih bilang begini : “eh berani lu sama gw?” Dibayangan saya sambil kasih tendangan maut kalau mereka berani macam-macam.
Selama saya pikir saya masih di jalan yang benar saya gak akan takut. Walaupun kedengarannya konyol ya.

Sampai menulis blog ini pun rasanya masih gemas kalau ingat kejadian itu.
Bayangkan pagi-pagi koq ya udah rapi jali berangkat dari rumah cuman buat melakukan hal yang gak bener. Gimana coba mau dapet rejeki kalau niatnya ajaa udah jahat.

Sedikit saran dari saya : jangan membawa uang berlebihan, secukupnya aja. Jangan menggunakan pakaian dan perhiasan yang mencolok. Tetap rendah hati dan tidak sombong. Eeeehh…

Semoga kita semua terlindung dari tangan2 orang jahat dimanapun kita berada yaa. Amin.

So berhati-hatilah selalu ! Jangan lengah.
Seperti kata Bang Napi : Waspadalah Waspadalah…. !!

F2751FB9C7C6BEADDE209BB1A56BEBBE
Advertisements

4 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s