Bullying

aaa8fb59e3126de57dde669e08f0cad9

Pinterest

Beberapa hari belakangan ini, bullying rame banget muncul di timeline. Rame juga jadi topik hangat diperbincangkan di setiap kesempatan. Belakangan, beredar video tentang bullying dan pelauknya adalah siswa/mahasiswa yang notabene adalah kaum terpelajar. Saya sendiri sudah melihatnya.

Seorang anak yang di bully sama teman 1 sekolahnya, samapi di jambak, tersungkur dan lebih parahnya lagi, si korban mesti sungkem sama pelaku. Sembah sujud segala macem. Gila gak tuh.

Video yang satu lagi, tentang pem-bully-an terhadap seorang anak yang punya kebutuhan khusus oleh sesama teman mahasiswanya. Diledek dan juga diganggu saat sedang berjalan.

Miris. Kejam banget kan. Sedih banget gak sih? Coba kalau korban tersebut adalah orang-orang terdekat kita, anak kita, keponakan, sepupu, adik atau kakak kita sendiri. Pasti gak bakal terima sama perlakuan seperi itu. Saya sendiri gak sanggup membayangkannya.

Sebenarnya kasus bullying sendiri bukanlah kasus baru. Banyak beredar kabar, mahasiswa atau siswa yang meninggal di tangan seniornya. Bayangkan sampai meninggal. Udah luar biasa kelewat batas sampai menimbulkan korban jiwa.

 Gak usah jauh-jauh, mungkin dari kita sendiri atau lingkungan terdekat ada yang pernah menjadi korban bully di sekolah. Jaman jadi siswa/mahasiswa baru. Senioritas dan kepopuleran di sekolah/kampus sangat kentara. Kalau berani menatap mata senior dianggap menantang. Kalo ada cewek ditaksir sama senior , udah pasti deh bakal di bully sama senior cewek. Kalau kita gak sopan sama senior, udah pasti bakal jadi korban berikutnya (padahal sih gak ngerti juga letak gak sopannya di mana).

Atau mungkin kita sendiri yang berada di pihak si pembully. Terkadang tanpa kita sadari, sering bercanda kelewatan ke teman, “ngata-ngatain fisk atau penampilan.” Nyeletuk suka lepas kontrol karena liat orang pakai baju gak nyambung yang dibilang aneh. Atau mungkin pernah juga bilang kek gini : “itu anak kayak orang autis aja kalau sudah mainan HP.”  Memanggil seseorang dengan nyebutin fisik, seperti si Item, si keriting, si gendut, si kacamata, si botak, dll. Kadang suka berkelakuan kasar sama adik atau anak sendiri atau bahkan ke orang lain dengan memberikan ancaman. Tanpa disadari juga, mungkin saja perilaku tadi membuat mereka tersinggung atau berkecil hati. Sakit hati juga bisa jadi. Kadang dianggap sepele tapi hal-hal yang menyakitkan seperti itu juga bisa merusak pertemanan dan mamancing perkelahian. Dampak psikologis lah yang paling berat. Trauma dan menjadi pribadi yang kurang percaya diri.

Lebih parah lagi, kasus cyber bullying. Dimana seseorang di bully lewat media sosial. Coba deh, malah kadang menganggap semua itu sekedar hiburan, hanya bercanda. Tapi apa yang diderita oleh si korban bully. Malu sudah pasti. Sakit hati karena di olok-olok. Bahkan ada yang sampai bunuh diri karena sudah gak kuat di bully terus. Masih tega ya menjadikan bullying sebagai hiburan? Apalagi sekarang, banyak siaran TV lokal yang isinya banyak mengandung bullying juga. Acara yang gak jelas konsepnya apa. Durasinya panjang. Adegan membully sesama pengisi acara dianggap keren dan lucu. Saling membalas lelucon kasar bahkan melampaui batas. Kadang yang konsep acara seperti itu justru bagus rating penyiarannya. Sangat menyedihkan.

See? Bullying gak cuman melulu sekedar melakukan tindakan kasar secara fisik ke orang lain tapi juga bisa berbicara kasar atau bercanda kelewatan, yang notabene melukai hati seseorang. Merasa lebih jago, merasa lebih kuat, merasa lebih cantik, lebih ganteng, lebih OK, lebih senior, lebih kaya dari orang lain mungkin bisa jadi penyebab terjadinya bullying.

Bullying adalah tentang kondisi dimana kita merasa mendapatkan kepercayaan diri, merasa meningkat harga dirinya, dengan merendahkan posisi orang lain dan itu sangat gak baik. Ingat, kita juga pasti mau kan selalu dihargai?

ac9b04affd6c1c1c19c8d30fb6f068b5

pinterest

Yuk kita sama-sama belajar menghargai sesama. Karena mereka juga sama seperti kita. Siapa sih yang mau jadi korban bullying? Pasti gak mau kan. So, be kind and stop bullying Let’s respect others.

Cheers,

-elita-

 

Monstera tanaman yang bikin Happy

97e1978216d8716a39de5dd28020b620

monstera deliciosa tanaman yang lagi nge hitz (pict from Pinterest)

Berkenalan dengan monstera sebenernya belum lama. Belum ada setahun lah. Itu pun gak sengaja karena hobby banget ngeliat akun IG ibu-ibu yang punya rumah-rumah kece. Ada beberapa dari mereka yang punya monstera juga di rumahnya. Banyakan sih si monstera ini dijadikan dijadikan sebagai indoor plant.

Berhubung banyak banget berseliweran di IG tentang tanaman monstera, jadinya ikut-ikutan deh, kepengen punya juga. Sampai dibikin tagar #monteramonday segala loh. Kelar gak idup lo! Cek sana sini, susah ternyata nyari tanaman monstera ini. Naluri kepengen punya tambah besar karena tanamannya susah banget di dapet. Cari di sepanjang penjual tanaman di dekat rumah gak ada yang tau dan gak ada yang punya juga. Makin penasaran dong. Ketemu lah sama beberapa penjual monstera, tapi harganya juga cukup mahal (menurut saya ya). Belum tentu juga nanti tumbuh sehat kalau saya jadi beli. Urung deh beli si monstera. Dalam hati sih sedih karena gak bisa punya monstera di rumah. Sementara mata sih masih asyik menikmati cerita ibu-ibu yang heboh dengan monstera nya. Yang berdaun belah lah, yang gak bisa berbelah lah, yang jadi kuning lah, macam-macam deh ceritanya.

Sampai suatu hari, akhirnya saya bisa punya monstera juga. Senangnya bukan main. Cerita singkat bisa sampai punya monstera ya. Jadi waktu itu, sewaktu masih ngantor di perusahaan sebelumnya nih. Pas pulang kerja, pas kebetulan bareng sama pak Suami. Naik motor kan tuh. Nah jalanan yang biasa dilewatin itu macet nya bener-bener parah. Sampai akhirnya pak suami pun ambil jalur yang menurut dia lebih lancar. Dilalah, ketemu lah sama monstera yang tumbuh subur merambat di beberapa pohon di depan sebuah rumah besar. Catat ya, rumah besar banget (kawasan Menteng, JakPus), yang mana kalau minta ijin buat minta si monstera pun agak susah. Udah gitu hari udah lumayan gelap pula. Gak langsung petik sih, tapi diamatin dulu sampai benar-benar yakin kalau itu dia si monstera yang sedang di cari. Besokannya baru deh ngajak pak suami lewat jalan itu lagi. Sengaja bener kalau kali ini deh. Sambil bilang maaf dan ijin dalam hati sendiri, tanpa rasa bersalah saya ambil deh setangkai gitu. Rasanya sih biasa aja, kalau semisal pun penghuni rumah keluar atau mau masuk, saya pasti bilang deh. Pasti!  Toh itu semacam tanaman liar yang tumbuh merambat di pepohonan, bukan yang sengaja ditanam dan dirawat. Pak Suami cuma geleng-geleng aja dan keheranan ngeliat istrinya yang kegirangan sepanjang jalan.

Sampai di rumah, langsung langsung sediain pot dan media tanam, di tanam deh. Sengaja di letakkin di belakang rumah yang sinar matahari nya sedikit. Seminggu kemudia koq, daunnya menguning. Hayati sedih sekali rasanya. Daunnya koq bisa menguning gitu. Padahal disiram pun jarang, karena sepanjang yang saya baca dan tengok beberapa IG yang punya monstera juga kalau si monstera ini memang kurang suka air, ya jadinya dikurangin deh asupan airnya. Sampai akhirnya daun kuning tadi benar-benar mati.

20160930_065255

Monstera punya rumah baru

20161023_083019

Walaupun kuning tetap cantik yaa…

IMG20170715060429

Monstera ku kini, bertunas dan berdaun belah 😀

Singkat cerita, saya dapat pencerahan dari IG lagi, setelah tanya-tanya kenapa monstera nya koq bisa tumbuh sehat? Si mbak empunya akun pun menjawab ramah ternyata kuncinya di taro di bawah sinar matahari. Karena sinar matahari sangat baik untuk tanaman. Waaah, bener-bener dapat pencerahan deh nih saya. Setelah dipikir-pikir lagi, monstera nya kan saya dapat dari luar ruangan ya which is kaya banget sama sinar matahari. Kenapa gak kepikiran dari dulu aja sih, hahaha… Setelah dapat petuah, langsung saya pindahkan monstera ke teras depan dan voilaa sampai hari ini dia masih sehat, bahkan sudah beberapa kali bertunas. Yang bikin tambah happy daunnya pun membelah. Puji Tuhan. Senangnya bukan kepalang deh.

Sangking si monstera ini memang benar bikin happy, suatu ketika sedang seru-seruan di Breeze BSD, ada satu sport yang banyak banget monsteranya. Mengingatkan saya akan monstera yang tumbuh subur di depan rumah besar itu. Hehehe. Bisa foto diantara monstera itu aja udah super happy. Eh tapi gak mungkin ya minta tolong sama pak suami buat mintain monstera-nya kan. Sempat kepikiran kayak gitu sih tapi diri ini benar-benar gak tega.

Berikut adalah monstera yang saya kumpulin dari Pinterest. Bagus-bagus yah? Berharap saya bisa punya monstera sesubur itu juga nantinya. Amin.

7b6f0284cb2e6f92467371ec9fadfa04

cantik ya

ede749d8469b92b0cc7ea29084e2fe9a

subur banget

IMG_20170718_105027

ngebayangin saya duduk disitu sambil baca novel

Semoga monstera saya sehat-sehat terus ya. Bertunas dan bertumbuh lah monstera kesayangan!

Ada yang suka dengan monstera juga ?

Cheers,

-El-

 

Royal Safari Bogor : The Real Family Hotel

*cerita sebulan yang lalu*

Ini adalah kali pertama untuk kami untuk mengajak Alom menginap di luar rumah (baca = hotel). Dengan segala pertimbangan, ini itu, akhirnya diputuskanlah untuk staycation perdana ini kami menginap di Royal Safari Bogor (RSB). Awalnya mau ajak keluarga sekalian, tapi berhubung berhalangan, jadinya yang ikut cuman adek perempuan saya aja. Sayang banget kan. Padahal seru banget loh disana.

Urusan booking hotel kami serahkan ke adek saya. Cus ceki ceki ke berbagai website per-booking-an akhirnya dapatlah satu website dimana menawarkan harga termurah se-antero web itu. Yeaaay, akhirnya yuk cus berangkat!!

Sangking semangatnya liburan, kami berangkat dari rumah masih pagi. Jam 7 pagi, padahal kan wakty check in hotel sendiri baru bisa siang hari. Ya mengingat lokasi Puncak yang macet banget pas weekend, jadi daripada bete ria sepanjang kemacetan, lebih baik kita jalan lebih pagian, toh. Begitulah rencana awalnya. Tapi ternyata, berkah bulan Ramadhan mungkin ya, jalanan benar-benar lancar. Cuss plong bener lah pokoknya. Gak ketemu macet sama sekali di daerah Puncak, gak ada sistem one way, bahkan di pintu keluar tol Ciawi (yang terkenal sangat macet pas weekend) pun lancar jaya.

Begitu sampai di hotel, kami sedikit agak ‘tercengang’, karena ternyata ada pengerjaan proyek bangunan new front office. Sedikit mengganggu pemandangan juga sih (ya namanya juga sedang under contruction, bukan begitu bukan?). Ada sebuah ‘transformer’ (haha, entah apa namanya, ya semacam alat berat gitu lah), yang sedang beroperasi. Jadi mau gak mau, mobil kami menunggu si ‘transformer’ itu lewat dulu  supaya kami juga bisa lewat. Gede bok dan menghalangi jalan soalnya. Tapi tetap gak mengurangi penilaian saya loh terhadap RSB ini. Langsung deh registrasi ke bagian receptionist hotel dan kami baru bisa check ini jam 12 siang.

Sambil menungggu waktu check in, kami diberitahu kalau ada animal show di area belakang (kampung pandu), jadi kami langsung meluncur ke area kampung pandu. Si anak kecil sih masih aja pulas tidur, secara kan kita berangkat pagi, jadi dia juga bangun lebih pagi dari biasanya. Sambil menuju ke area kampung pandu, mau gak mau kita berkeliling lokasi hotel dong. Lokasi nya cukup besar dan luas. Yang jelas sepanjang pengamatan saya tempatnya asri banget, karena masih banyak pepohonan. Sejuk banget deh kalau dipakai jalan pagi besok, kata saya dalam hati. Sampai di area kampung pandu, kita sempat nyari dimana nih lokasi animal show nya. Ternyata di sebelah taman burung yang gak jauh dari area kampung pandu tadi. Sempat papasan sama gajah juga yang lagi jalan-jalan loh. Ok, akhirnya sampai di area animal show. Ini benar-benar animal show. Lokasinya benar-benar dirancang sebagai tempat pertunjukan dengan formasi tempat duduk bersusun ke atas. Tentu saja si Alom senang nya bukan main. Kebetulan hari itu ada beberapa burung pintar dan seekor anjing yang pentas. Kurang lebih 30 menit lah pertunjukannya. Walaupun cuma 30 menit-an tapi kami senang loh, Alom apalagi, senang banget dia. Selesai pertunjukan kita ke area taman burung (persis di sebelahnya). Sebelum masuk kita beli jagung dulu buat dikasih ke burung-burung di dalam. 5000 perak saja sebungkusnya. Sampai di dalam taman burung, kaget luar biasa, karena burung-burung langsung datang menyambut. Haha. Kaget dong ya tapi memang begitu ternyata. Kita boleh memberi makan si burung-burung tadi dengan jagung yang kita bawa. Mereka akan senang sekali asal jangan dipegang ya karena mereka akan marah, begitu pesan si mbak-mbak penjaga taman burung. Ok deh mbak. Ah seru banget lah, padahal ini belum check in loh, hahaha, keseruan sudah dimulai.

Sudah mendekati jam 12 bertepatan dengan jam makan siang juga kan dan kita sudah puas mengeksplor taman burung, akhirnya berangkat lagi ke front office untuk check in.

Kami menginap di unit Giraffe. Kamar Giraffe 01 yang terletak gak jauh dari front office. View nya sih menghadap ke area parkir, eh tapi gapapa koq, tetap asyik aja yakan? Kamarnya cukup luas dan bersih. Ternyata lebih bagus dari ekspektasi loh. Kamar mandi dan toiletnya juga bersih. Ada water heater dan hair dryer juga. Disediain kulkas dan juga teko pemanas air, jadi gampang kan kalau kita mau nyetok soft drink, ada kulkasnya. Mau seduh minuman hangat juga ada pemanas air nya. Oiya kita kan ada 3 orang dewasa, tapi gak sewa kasur tambahan loh, hihihi. Jangan ditiru yaa.. Demi menghemat budget sih tujuannya. tapi tetap bisa tidur nyenyak koq. gak terlalu untel-untelan juga. Oiya ada sofa juga di kamar. Tv kabel juga tersedia. Wiiw, ini yang namanya liburan deh. Ya begitulah sekilas tentang kamar Giraffe kami. By the way lagi, tadi saya sempat masak bekal dulu di rumah buat makan siang. Hahaha, bener-bener ya budgeting banget ini sih judulnya. Yang ringkes aja sih, ayam goreng, mie goreng dan tumis kangkung. Kan sekalian buat makan siang nya Alom juga. Berhubung ya, kawasan puncak itu sepi banget kalau bulan puasa, restaurant atau warung makan sekalipun tidak boleh buka sebelum jam 4 sore. Even resto siap saji sekalipun itu tutup pemirsah. Jadi antisipasi nya ya makan siang bawa dari rumah. Gimana ide nya ? Hahaha..

Selesai makan siang, niatnya mau bujuk si Alom supaya istirahat dulu, tetap aja anaknya gak bisa diam, gak berhasil deh acara tidur siangnya. Akhirnya kita ajakin berenang aja. Dekat dari Giraffe, jalan ke depan sedikit (next to front office), ada splash waterpark. Mini waterpark dan ada kolam air hangat juga. Free buat penghuni hotel. Seru kan, nambah lagi deh keseruannya. Tapi apa mau dikata, Alom gak mau berenang, katanya nanti bajunya basah. Maaaakk, apa pula ini. “Kak, kalau berenang kan pakai baju renang dan bajunya pasti basah karena kena air.” Udah dibujuk begitu tetep aja kekeuh gak mau berenang, hahaha… Salah mamak juga sih ini, gak pernah ngajak anaknya berenang sebelumnya, jadi gini deh. Yowis akhirnya kita bilas aja lah toh anaknya juga malah lebih senang duduk di pinggir kolam ngeliatin anak-anak yang lebih besar asyik berenang. Oaaallaa kakak!!

Hari pun semakin sore. Sesuai kesepakatan nih, kita mau sekalian makan malam (yang ternyata masih sore), di cimory river side. Berhubung belum jam nya berbuka puasa, kita cuss menuju tkp. Ternyata zonk yah, jalanan padat merayap. Cimory juga full. Padat banget. Salah perhitungan deh judulnya ini. Kita yang orang dewasa grasak grusuk anak kecil sih aman. Tidur pulas di bangku belakang. Gapapa deh, yang penting gak ada drama di antara kita ya kak, hehehe.

Si papa nya Alom punya ide, ngajak kita ke area puncak pass. Hahh, nyang boneng aja lu pah, ngapain juga kesono?. Tapi demi kepuasan semua berangkatlah kita menuju area puncak pass. Macet pemirsah. Motor-motor keluar semua dari kandang. Ya bener juga sih karena mungkin banyak yang mau bukberan sama temannya kan dan juga ini malam minggu. Sampe di puncak pass pun gak ngapa-ngapain, langsung cuss turun, mau nikmatin pemandangan dari ketinggian juga gagal maning. Pas banget kabut turun soalnya. Ya daripada penasaran kan si papa nya Alom, gitu aja deh ambil positifnya aja, haha. Lebih zonk nya lagi kita gak bisa mampir ke salah satu resto buat makan karena parkiran penuh. Hufffthhh, pas jam buka puasa soalnya. Salah perhitungan yang kedua. Akhirnya balik maning ke hotel dan anak kecil masih pulas tidur. Masih aman kalau gini deh. Hahaha.

Enaknya tuh RSB ini dekat dengan jalan raya dan pasar. Ada indoma*et juga dekat situ. Jadi gak susah dong kalau mau keluar cari makan. Persis di seberang RSB ada warung sate Pak H.Kadir. Cuss lah merapat kesana, pesan sate dibungkus buat makan malam di kamar aja, haha. Sebelahnya warung sate ada gerobak bubur ayam. Saya pesan bungkus juga seporsi bubur ayam. Kali aja kakak Alom mau bubur ya. Gak repot deh kalau mau cari makan disini. Agak malaman dikit, iseng keluar hotel, cari martabak di depan hotel RSB. Hahaha, banyak gerobak martabak disana. Urusan perut gak perlu khawatir lah ya. Kalau mau beli pop mie atau kopi sachet tinggal mampir ke IndoM*ret  juga, ya buat jaga-jaga aja. Tinggal jalan kaki sedikit keluar dari hotel. Gampang kan?

Sebenarnya malam itu ada pertunjukan sirkus di Arumba resto (masih di kawasan hotel RSB), tapi kami udah ketinggalan nontonnya, ya itu tadi karena Alom masih juga bobo. Koq ya pules amat yaak, hahaha.

Ok deh, keesokan harinya bangun pagi. Siap-siap mengeksplor hotel RSB. Kemarin juga sewaktu nonton animal show, pengunjung dikasih tau kalau ada free voucher akan dibagikan kalau meng-upload foto selama berada di RSB ke Instagram. Hahaha, kalau ini sih mamak sukaak. Sekalian upload dapet vouceher, ibarat sekali mendayung 2 sampai 3 pulau terlampaui. Terkumpul lah voucher itu kemarin. Saya dapat 10 voucher permainan. Lumayan banget dong. Bumper car, animal riding (kuda poni, gajah, dan unta), mini train, farmer car. Lumayan banget kan. Kalau yang lainnya sih bayar. Naik delman bayar 10 ribu rupiah saja, keliling hotel. Naik perahu air juga bayar, bisa sambil kasih makan ikan-ikan yang ada di air juga loh. Banyak ikannya. Beli pelet ikan hanya 3000 rupiah aja per bungkus. Semua tadi kami eksplore setelah kelar sarapan di Arumba resto.

Arumba resto ini tempatnya besar banget. Untuk menu sarapan juga terbilang cukup lengkap. Mau yang sekedar sarapan roti beserta selai atau olesan mentega dan meisis nya juga ada. Fyi aja nih, selai nya enak banget loh, haha. Mau makan bubur kacang ijo ada. Bubur ayam ada. Nasi liwet, nasi goreng, mie goreng juga ada. Rasanya juga lumayan koq. Lumayan enak lah kalo menurut saya, pas rasanya di lidah. Sebenarnya masih banyak yang bisa di eksplore disini. rasanya menginap semalam aja gak cukup loh, haha. Ada mini golf. Ada area outbound juga, animal feeding (rusa, kelinci, tapi sayang kami gak keburu), area pemancingan ikan. Ada museum reptille juga di belakang. Isinya ya reptil-reptil. Saya sih gak ke dalam, papa nya Alom aja yang ke dalam. Kita sibuk wefie aja dari luar. Ada juga area paintball. banyak deh pokoknya. Gak usah kemana-mana lagi. Nikmati fasilitas yang disediakan pihak hotel udah lebih dari cukup. Oiya kita sebenarnya dapat potongan harga tiket Taman Safari, tapi kayaknya gak perlu ke Taman Safari lagi deh karena jujur aja, di hotel ini juga berasa lagi ada di Taman Safari versi mini. Seru banget lah pokoknya.

Buat saya pribadi tentu merasa puas banget menginap disini. Petugas hotel mulai dari garda terdepan sampai ke belakang juga ramah semuanya. Tempatnya bersih. Ya itu tadi, rasanya menginap semalam aja gak cukup loh. Hohoho. Oiya, Alom juga dapat free souvenir, boneka Tiger dan Gireffe kecil dari RSB, karena mama dan tante nya meriew RSB di tripadvisor. Kalau soal gratisan sih gak boleh ketinggalan yak.

Kalau ditanya mau gak menginap disana lagi? Gak usah ditanya deh, jawabannya pasti mau bangeettttt… By the way saya sempat membaca, untuk pemegang CC Bank CIMB Niaga, bisa dapat potongan sebesar 30% loh, lumayan banget kan tuh. Promo s.d 2018 (cmiiw).

IMG20170610121457

ada anak kecil yang kegirangan

IMG20170610105520

si burung nuri sedang asyik makan

IMG20170610102013

animal show

IMG20170610143609

Splash Waterpark

IMG20170610143603

Splash Waterpark

IMG-20170614-WA0022

black swan nya gak kefoto malahan

IMG20170611090627

Segarnya menghirup udara pagi

fe36dfbc-c844-4bd0-a3cf-391840d519d5

Salah satu bangunan di area Kampung Pandu

438123ec-952e-40f9-84f6-a6ae35d6cb47

Banyak kolam disini

583491c6-e71a-4dff-a375-5f1ec04110f0

Harga tiket, lumayan kan kalau dapat free voucher

d88ee58b-a515-4abd-a706-ca5df7f86eef

Animal Show

db20030d-fea1-42ff-86f9-1aba57724405

Taman Burung

f947c77c-80ba-47ae-9f88-b2c4a2742937

Ada yang pernah seru-seruan di Royal Safari Bogor juga?

Kalau belum pernah kesana, yuk ajak keluarga seru-seruan disana, dijamin gak akan nyesel deh…  ^____^

 

Cheers,

-EL-

 

Seru bareng si Manis

Setelah istirahat yang lumayan panjang dari dunia per-blog-eran, trus abis itu bisa dipastikan istirahat lagi, saya mau share sedikit dengan “mainan” baru yang seru.

Oh iya, mumpung masih dalam suasana Lebaran, saya mau ngucapin dulu “Selamat Idul Fitri” untuk teman-teman yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin ya… *salaman*

Balik ke mainan seru yang sempat disinggung di atas, ada yang sudah tau aplikasi Manis ? Ya, nama aplikasi nya Manis. Bisa di download dari play store atau IOS.. Perkenalan saya dengan si Manis ini sih masih tergolong baru, tapi ya seru ya kalau menurut saya. Ih padahal kalau mau ditelusurin, aplikasi Manis sendiri sudah ada dari tahun 2016 kemarin (kemana aja neng?) Itu juga secara gak sengaja, setelah haha hihi, ngalor ngidul kesana kemari, seorang teman kantor, ngasih tau aplikasi ini pas lagi acara buka puasa bersama kemarin. Yang herannya koq tau-tauan yah ada aplikasi Manis.

Btw, ada yang sudah tau Manis? Atau sudah mainan Manis dari lama? Hahaha, saya emang telat sih taunya.

Jadi apa sih Manis itu?

Buat kalian yang hobby belanja dan berburu voucher diskonan pasti bakalan suka deh sama si Manis. Yah bukan hobby juga sih sebenernya, tapi terkadang kalau habis belanja di minimarket, supermarket besar, atau makan di resto mana, mana kita peduli kan sama struk nya?

Jadi Manis itu adalah aplikasi yang memberikan reward buat kamu yang senang belanja di outlet, restoran, minimarket, dan juga toko-toko favorit lainnya. Jadi setiap struk transaksi yang kalian lakukan mulai sekarang jangan langsung di buang. Sebelumnya sih pasti struk-struk tadi langsung di buang atau cuman jadi penghuni dompet yang bikin dompet makin tebel sama struk (yang pada akhirnya juga bakalan kebuang deh). Nah disitulah letak serunya.

Snap and earn. Nanti setiap total transaksi yang dilakukan, akan diberikan poin, kumpulin poin nya dan nantinya poin yang sudah terkumpul bisa ditukarkan dengan voucher atau pulsa. Semacam reward lah untuk hasil belanja kamu tadi. Hahaha, lumayan banget kan? Tapi sampai saat ini sih saya belum pernah redeem point, jadi belum ngerasain hasilnya. Secara baru tiga minggu-an juga kenalan sama si Manis, Masih dalam tahap semangat buat ngumpulin point dan penasaran pastinya. Sekarang sih sudah kasih woro-woro buat orang rumah, “kalau abis belanja atau makan di restoran, struk nya kasih ke gw aja.” Gitu aja deh terus ngingetin orang rumah, hahaha.

 

manis

point nya baru sedikit nih

Struk yang kayak mana sih yang bisa kita snap & earn di Manis ?

Semua struk hasil konsumsi kamu sehari-hari, seperti makan, belanja, dan juga hiburan. Perlu dicata struknya harus asli, bukan dalam bentuk fotocopy-an yah. Kondisi struk juga gak boleh lecek, basah, sobek. Nama merchant, total amount, tanggal transaksi harus kelihatan jelas. Pengalaman saya pernah pakai struk hasil belanja kemarennya, karena lupa untuk snap & earn, eh alhasil ditolak, hehehe.. Jadi saran saya sih, sebaiknya langsung aja deh snap & earn setiap kamu dapat struk nya.

Gimana, seru kan? Berhubung point sayapun belum banyak, jadi saya belum bisa share tentang redemption nya disini. 🙂

Yuk, ikut seru-seruan. Install aplikasi Manis di HP pintar kamu sekarang yak.

Atau bisa langsung pakai link dibawah, supaya kamu bisa langsung dapat bonus point.

https://manis.app.link/BmxigpQDwE

Cheers,

-EL-

From MONAS to RAGUSA

Holaaaa…

*sapuan dulu ah… blog nya udah mulai berdebu*

Bener-bener deh ya, vakuum bikin postingan di blog itu sesuatu banget. Ya pasti alasannya apalagi kalau bukan karena kesibukan.  Cielaah, sibuk ngapain neng? Haha, klasik yak alasannya. Tapi kenyataannya emang begitu koq. Pas lagi punya waktu senggang, rasanya malas banget nulis, pas lagi hectic sama kerjaan atau urusan rumah, kangen pengen nulis. Padahal cerita banyak banget yang mau di share. Hahaha, ya gak banyak-banyak amat juga sih sebenernya. Iya in aja deh biar seneng yak.

Well, eniweiiii, kali ini ijinkan saya mau berbagi pengalaman tentang cerita weekend. Seperti yang udah disepakati antara saya dan juga pak Suami, bahwasanya setiap weekend adalah waktu nya untuk bermain bersama anak. Entah cuman main-main di rumah ataupun keluar rumah. Jarang sih kalau cuman di rumah aja pas weekend, selain karena garing ya boooo…., tapi juga karena alasan kasian sih sama Alom, ya paling ngga dia bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, gak melulu dengan mainan di rumah dan orang-orang rumah.

Ceritanya Sabtu lalu, acara lumayan padat nih sampai malam. Pagi sampai sinag, kita mesti ikutin acara partumpolan (ikat janji antara calon pengantin sebelum diberkati nantinya dalam adat Batak) saudara sepupu. Gak lama sih. Kelar acara gereja terus kita pulang. Biasanya habis itu ada acara lagi (masih rangkaian acara adat juga), tapi kita pilih pulang, karena gak ngerti ya boo dan Alom juga kasian udah nyanyak tidur kecapean.

Niat awalnya, pulang dari acara partumpolan itu, kita cuss jalan ke arah Serpong yang menurut pak Suami lebih enak aksesnya (lewat toll terus) dan gak ketemu macet yang luar biasa (biasanya emang kalau weekend, Jakarta tuh ruameek dan padat banget).  Tapi urung, karena Alom udah bobo, jadi kita pulih pulang dulu, biar Alom pun bisa enak tidurnya nah sorenya baru deh kita lanjut cuss jalan.

Diputuskanlah jalan-jalan ke Monas. Monumen Nasional. Siapa coba yang gak tau Monas?

Ih udah lama banget gak jalan-jalan ke Monas. Biasanya nih, kalau ke Monas itu dalam rangka nemenin saudara/keluarga yang datang dari luar kota (pelosok kampung halaman) yang kepengen banget liat icon-nya ibukota. Mereka biasanya lebih antusias banget ke Monas. Kalau macam saya sih pikir-pikir lagi deh kalau cuman jalan-jalan ke Monas doang.  Ya gak sih ? Tapi kali ini, kepengin deh ajak Alom mengenal dunia luar yang gak cuman mall doang. Selain menghemat uang mamak ya nak (secara kalau ke mall kan uang juga bakalan keluar-irit detected) Alom juga kan pasti bakalan suka kalau wisata outdoor gitu.

Sore itu sih, jalan dari rumah, langit keliatan mendung. Tapi Puji Tuhan, cuaca tetap bersahabat sampai malamnya. Gak ada hujan sama sekali. Jalanan juga lancar jaya mungkin karena Sabtu itu orang banyak yang keluar kota juga kali ya nerusin long weekend dari Kamis yang tanggal merah. Perjalanan lancar. Sampai kami pun tiba di Monas.

Gak nyangka ternyataMonas rame banget ya. Efek malam Minggu juga mungkin ya. Saya pikir bakalan sepi loh. Lagi juga ada semacam pasar malam di sana, banyak pedagang, ada tempat/resto kecil yang menjual aneka makanan. Ada spot permainan untuk anak-anak juga. Benar-benar mirip pasar malam deh. Dulu seingat saya, beberapa tahun lalu, di pelataran Monas itu banyak yang berjualan kaos yang menggambarkan Monas atau apapun yang berhubungan dengan kota Jakarta. Mungkin sekarang para penjual itu sudah diberikan lokalisasi kali ya, jadi lebih tertib lagi jualannya. Tapi entah deh, di pelataran Monas masih ada pedagang atau nggak? Karena waktu itu kami kesana sudah lumayan gelap, jadi gak banyak meng-explore Monas.

Tapi kemarin itu kita happy banget bisa punya pengalaman lagi jalan-jalan ke Monas. Alom juga happy banget. Sebelum masuk kawasan Monas, kita disuguhi pemandangan pasar malam tadi. Gak mau ketinggalan, sekalian deh ajakin Alom naik kereta mini yang ada di salah satu spot permainnan anak di sana. Tiketnya juga murah meriah. Cuma Rp 15.000 per 15 menit. Saya sih gak bisa pastiin ya itu bener ada 15 menit atau ngga, tapi ya lumayanlah ya. Abis itu kita lanjut lagi menuju pintu masuk. Takjub ternyata ramai banget loh. Ada yang kesana sama teman se-genk, sama keluarga, sama pacar, ramailah pokoknya. Disana disediakan pula kereta wara-wiri, gratis keliling Monas. Tapi karena kemarin kita sudah kemalaman, jadi gak sempat ikutan naik wara wiri nya, kereta hanya mengantarkan penumpang sampai ke pelataran Monas. Kami sih cuma di pinggiran Monas saja waktu itu.

Maksud hati sih kepengin ya ngajak Alom naik sampai ke puncak Monas. Tapi apa daya, mamak terlalu parno anaknya nanti masuk angin karena anginnnya bakalan kencang di atas sana. Nanti deh lain kali kalau pas ke Monas nya siang. Padahal seru yak bisa lihat Jakarta dari ketinggian di waktu malam. Oiya, saya juga baru tau loh, kalau naik ke puncak Monas itu bisa pada malam hari. Terakhir kesana loketnya ditutup sampai jam sebelum sore deh (seingat saya). Ini kayaknya baru deh dibuka loket untuk jam malamnya ke puncak Monas.

Akhirnya kita cuman sekali jalan, trus langsung balik lagi ke pintu keluar. Rapi banget loh taman Monas ini (norak banget ya saya, hahaha).  Ini kayak baru pertama jalan-jalan ke Monas deh. Bersih  juga karena sampai  malam pun masih ada petugas yang bersih-bersih di Monas. Tadinya perjalanan mau lanjut lagi ke kawasan kota tua. Tapi sudah keburu malam, lain kali lah ya ke kota tuanya. Awalnya juga sempat galau mau keliling Jakarta pake bus city tour. Tapi dengan pertimbangan kalau rencana awalnya kita ke Monas, walhasil di pending lagi deh naik bus city tour.

Karena urung ke kota tua, akhirnya saya usulin ke pak Suami buat nyobain es krim Ragusa yang fenomenal itu. Kapan waktu  saya pernah baca kalau lokasi Ragusa gak jauh dari sekitaran Monas. Thank to Google Map, akhirnya pak Suami bisa menemukan lokasi Ragusa. Ternyata gak jauh ya. Hahaha. Letaknya ada di jalan Veteran . Tempatnya juga gak besar, sedikit nyempil karena belum pernah ada yang kesana sebelumnya, pas tanya sama petugas parkir, ternyata lokasi nya persis di depan kami. Haha. Tempatnya sendiri memang nyempil di antara bangunan semacam ruko tua di jalan Veteran. Tapi gak susah koq nemuin lokasinya. Es krimnya sendiri enak loh. Gak terlalu manis dan gak susu banget. Komposisi rasanya pas lah menurut saya. Waktu itu kita pesan es krim yang best seller, Spaghetti Ice Cream dan Banana Split. Banyak bener ya, hahaha. Padahal di meja sebelah kita, ada 4 orang anak seumuran anak kuliahan gitu, Cuma beli 1 aja untuk rama-rame.  Ada yang pesan es krim juga tapi makannya di pelataran ruko tetangganya juga. Saya pikir, nih orang-orang pada makan nasi goreng pesan di mana, ternyata mereka sedang asyik menyantap es krim juga. Haha.

Selama menikmati es krim Ragusa, ada hal-hal yang menarik perhatian kami. Selain foto-foto di dinding (foto-foto jaman dulu banget), ada 2 orang ibu paruh baya yang selalu mondar-mandir disana. Saya gak tau persis, mereka itu siapa, pelayan, owner atau siapa. Dua orang itu punya kepribadian yang beda banget. Yang satunya grasak-grusuk aja sambil ngedumel pas ngerapihin meja-meja dan bangku. Yang 1 lagi ramah, selalu menyapa setiap pengunjung yang datang. Bahkan meja di sebelah kami itu (yang didudukin sama anak-anak seumuran anak kuliahan tadi),  seperti sedang diceritain gimana asal ususl es krim Ragusa. Bahkan ada juga yang minta foto bareng. Pokoknya beda banget deh. Ada yang sudah pernah ke Ragusa ?

Pokoknya seru deh perjalanan kami malam Minggu itu. Next trip kita explore Jakarta lagi. Seru kayaknya sekarang kalau keliling Jakarta. Banyak tempat-tempat seru yang sayang kalau gak dinikmati.  Alternatif wisata yang bagus untuk anak-anak juga kan daripada mereka mesti ke mall terus dan akhirnya gak kenal kalau selain mall masih banyak tempat-tempat seru lagi buat di jelajah.

IMG20170513192114

Terasa banget kan suasana pasar malamnya

IMG20170513201422

Happy banget ya anak ini

IMG20170513212053

Belum lengkap kalo belum foto di depan Ragusa

IMG20170513205803IMG20170513205809

So enjoy Jakarta, fellaz!

Cheers,

-EL-

Day 15: What’s the best compliment you’ve ever received ?

Hari terakhir, hari ke-15. Akhirnya sampe juga di titik ini. Kali ini bicara the best compliment yang pernah saya terima.

Huum.. ini topik terakhir bikin pusing mikirnya. Apa ya ? Tik tok tik tok tik tok…

Pernah suatu hari, teman saya bilang gini : ‘Enak denger Elita ketawa, suaranya renyaah.” (uuww *blushing*, HiMalik how are you ? )

Pernah juga (sering bahkan ngomong kayak gini), pak Suami ngomong kayak gini : “Eb, kamu kalau masak enak loh, tapi sayang jarang masak.” (wadeziiing, depannya enak, buntutnya koq ga kenak banget ya, hahaha).

Dulu banget, ada satu teman bilang pernah bilang begini juga : “Si Elita orangnya keibuan banget ya.” (ini beneran muji atau anggap gw kayak ibu-ibu ya pada waktu itu?). Tapi kalo diucap sekarang sih, saya pasti terbang, hahaha.

Tapi yang paling the best dari semua itu adalah, jreng jreng, ada satu orang teman bilang begini:

“ Mas D beruntung banget  loh bisa dapetin mbak El.” (Woow, aku terharu loh, makasih Rena, ketjup basah). Gak tanya alasan nya apa dia bilang begitu saya keburu GR soalnya,. Hahaha..

Yeay, akhirnya saya bisa lulus challenge. Walalupun niat awalnya mau rutin posting setiap hari, ternyata susah banget loh buat nulis begini. Padahal tema tulisannya sudah ada, gimana coba kalau belum tau mau nulis apa. Aniway, thanks to  mbak Yo untuk idenya bikin 15 Days Writing Challenge. Saya beranikan diri mencoba tantangan ini. At least, saya bisa belajar dan latihan nulis lebih intens lagi dan challenge nya kelar sebelum Maret berakhir. Ho ho ho. Aku senaaaang.

Happy Weekende everyone !

 

Cheers,

-EL-

Day 14 : If You are allowed to watch one movie for the rest of your life, what movie would it be and why ?

Setelah mandek nulis hampir 1 mingguan lebih, akhirnya bikin postingan lagi untuk challenge day 14.

Jika diperbolehkan untuk nonton 1 film di sisa hidup kamu, kamu akan pilih nonton film apa dan kenapa ? Heeem..  Ini tantangannya susah buat saya. Karena saya tipe yang suka gak inget cerita film dalam rentang waktu yang lama. Susah mengingat secara detail, mesti ada aja cerita yang kelewat. Nah disitulah bagian susahnya, Hehe. Trus kenapa juga cuma 1 film? Tambah syuuuliit kan jadinya.

Okay, langsung saja.

images11

Music and Lyrics.

Kenapa ?

Ini memang bukan film baru, sudah lumayan lama lah. Dirilis sekitar tahun 2007-an. Ringan sih ceritanya. Khas nya comedy romantic ala Hollywood gitu, tapi catchy banget.  Gak ngebosenin. Ringan dan simple banget. Sederhana tapi cantik jalan ceritanya. Jalan cerita koq cantik? Ya pokoknya gitu deh. Comedy nya dapet. Romantis nya? Heemm apalagi.. Dapeeeet banget.

images 0000

 

Ada yang suka film ini juga?

 

 

 

Cheers,

-EL-

Day 13 : List of My Favorite …

Song

When You Say nothing at all ,  Lagu terfavorite sepanjang masa. Intronya aja udah keren, maknanya wuiihh dalem, ditambah filmnya yang OK banget. Sukak pake banget pokoknya. Ditambah yang nyanyi Ronan Keating, my fave male singer, waktu itu, suara nya enak banget. Saya suka Julia Roberts juga, jadi klop banget.

Quote

Gak ada. Hahaha. Saya lebih suka pake ayat2 di Alkitab aja sebagai kata-kata emas dan penyemangat hidup.

images

the most favorite 

Food

Sate Ayam. Paling gak bisa nahan sama sate ayam, walaupun cuma beli di tukang sate keliling. Even udah tengah malam sekalipun, kalau ditawarin sate ayam gak pernah nolak. *apa kabar diet? hahaha*

Vacation Spot

Taman. Suka banget sama taman. Jadi gak milih gunung atau pantai ya? Gak, saya lebih suka taman. Teduh, cantik, bersih,  apalagi kalau tamannya banyak tanaman bunga (warna warni dan cantik ) atau ada beberapa hewan yang sengaja dipelihara di sana.

 

Photo

26.12.2015

Foto diambil setelah acara babtisan Alom selesai. Hari itu dia ceria banget. Happy banget. Bisa dilihat dari fotonya kan. Love it pokoknya.

 

Day 13, done.

 

Cheers,

-Els-

 

 

Day 12 : Most looking Forward to in the next six month

BB turun 10 kg (minimal)

PR banget ya. Iya, emang udah kebangetan ini. Body udah gombyor gini bentuknya, baju juga banyak yang mulai kesempitan. Pokoknya tekad saya 6 bulan ke depan BB udah kembali normal, minimal turun 10 kg. Kemarin, 2 minggu coba ikut catering diet mayo, lumayan bisa turun 5 kg selama 14 hari itu. Nah maintenance nya yang dirasa cukup berat, bukan cukup sih tapi emang berat banget. Kangen makan mie ayam, sate ayam dan gorengan. Tapi Puji Tuhan, sampe hari ini saya belum makan mie ayam lagi loh. Libur seminggu diet, jaga pola makan, sekarang lagi usaha Diet GM nih. Tinggal workout nya yang belum. Abis gimana ya, kalau pagi sekarang saay mesti berangkat jam 6 (lebih pagi dari biasanya), kalau malam udah keburu cape (gak kuat). Hahaha, banyak alasan banget ya.  Semoga 6 bulan ke depan saya udah dapet bb yang diharapkan. Ada Amin ? Amiiiinnnn.

Punya rak buku baru

Minggu lalu mampir ke kantor pak Suami abis itu nyempetin ke IKEA dong, karena dekat dari kantornya (sekitar 30 menit). Udah naksir banget sama 1 rak buku, tapi pas di bagian self service nya koq kemasannya lumayan gede yak. Sementara mobil kita kan imut, bagasi udah penuh pula sama belanjaan dari GIANT. Akhirnya manyun deh karena bagasi gak muat, batal beli rak buku baru. Padahal udah excited banget punya yang baru. Kepikiran lah belanja online. Ada satu rak buku yang udah saya taksir, free ongkir pula, tapi yang bikin ragu ukurannnya tanggung banget. Saya  rasa, buku-buku gak akan muat disitu. Pengen custom aja ke tukang furniture, ambil modelnya, tapi raknya ditambahin. Ide cemerlang ya. Semoga 6 bulan ke depan, lemari buku baru udah ada di rumah.

Short vacation

Sama keluarga pastinya. Kebayang deh serunya kayak mana.  Udah lama juga kita ga nge-trip bareng-bareng. Alom juga udah mulai besar jadi udah mulai ngerti diajak ke tempat-tempat yang dia suka. Semoga ajaaahh… ^___^

 

Itu aja sih harapannya untuk 6 bulan ke depan.

 

Okay, hari ke-12, DONE.

Gimana dengan kamu?

 

Cheers,

EL

 

 

 

Day 11 : What’s one thing that you would never change about yourself ?

 

Jadi nih, postingan kali ini, terinspirasi dari postingannya Dila, yang gak akan pernah saya ubah dalam hidup adalah being a good listener person. Yess, I am a good listener too loh, Dil. Cuma bedanya saya gak ambil jurusan psikologi. Hahaha.

Dari jaman masih teenager, (anggap aja pas jaman SD belum kenal dunia curhat ya) teman-teman selalu cerita masalahnya ke saya. Ini beneran loh, Ya lagi naksir orang lah, pas dia lagi patah hati, bahkan ada juga yang cerita gimana kehidupannya di rumah, diperlakukan seperti apa di rumahnya. Sampai saya setua ini pun (tua banget kesannya), masih banyak juga yang suka curhat soal kehidupannya. Masalah sama suami, keluarga, anak-anak, kerjaan, hubungan sama mertua, macem-macem lah.

Selain jadi pendengar, kadang mereka juga butuh saran. Ya palingan saya kasih masukan sedikit aja, gak usah terlalu mendalam ya, karena biar gimana pun juga, itu kan masalah pribadi, jadi cukup hanya sekedar masukan. Kadang juga saya cukup hanya sebagai pendengar aja. Cukup dengerin doang. Biasanya kalau uneg-uneg udah keluar berasa pasti hati lega, plong.

Selain itu saya juga pintar jaga rahasia. Hahha, bukan promosi yak. Promosi buat apaan juga? Hihihi..  Jadi setiap curhatan dari teman-teman tadi pasti terjamin rahasianya. Jadi walaupun gini-gini, saya pegang rahasia beberapa orang. Ada yang cukup mencengangkan bahkan. Gak boleh ditiru deh pokoknya. Ngeri.

Dengan menjadi pendengar yang baik, saya juga bisa tau karakter seseorang dari cara dia bercerita. Saya juga bisa lebih luas pandangannya karena ternyata banyak hal yang dialami dan terjadi di luar sana. Saya mendengarkan juga terkadang membawa saya ke situasi dan kondisi yang sedang dialami. Menyelami dan memahami mereka yang bercerita ke saya.  Gak  pernah bosan mendengarkan mereka bercerita. Padahal ada juga yang udah pernah di ceritain, eh diceritain lagi. Pernah juga cerita sampe larut malam. Ada loh, ini salah satu sahabat  kecil saya. Kadang juga ada yang lupa kalo saya ini pendengar cerita nya sewaktu dia lagi susah, sekarang kalau papasan nyapa juga seadanya aja.

Yess, begitulah. Everybody’s changing kalau kata Keane.

 

Cheers,

 

EL